04 Dessember 2009
KS Kuasai 30% Saham Patungan dengan Posco

JAKARTA: BUMN produsen baja, PT Krakatau Steel (KS), akan menguasai 30% saham usaha patungan (joint venture) dengan Pohang Iron & Steel Corporation (Posco). Usaha patungan itu ditujukan guna membangun pabrik baja terintegrasi di Cilegon, Banten.

Pabrik baja tersebut rencananya dibangun dua tahap dengan kapasitas total 6 juta ton. Pada tahap awal, pabrik itu akan dibangun mulai Agustus 2010 dengan kapasitas 3 juta ton senilai US$ 3 miliar. Dijadwalkan, pabrik baru itu rampung dibangun pada 2013.

Pembagian porsi saham itu telah disepakati KS dan Posco dalam memorandum of agreement (MoA) yang ditandatangani Dirut KS Fazwar Bujang dan Chariman/CEO Posco Chung Joon Yang disaksikan Menteri Perindustrian MS Hidayat dan Menteri ESDM Darwin Zahedy di Jakarta, Rabu (2/12).

Seiring dengan itu, proyek joint venture tahap kedua dimulai pada 2011 mencakup perluasan pabrik dua kali lipat. KS memiliki opsi untuk menaikkan saham hingga 45% pada tahap kedua megaproyek tersebut.

Fazwar menjelaskan, kesepakatan MoA itu juga menyepakati bahwa produksi pabrik baru KS-Posco akan dialokasikan sepenuhnya untuk kebutuhan nasional pada tahap awal. Tapi, jika tahap kedua megaproyek itu telah diselesaikan, produksi pabrik tersebut mencapai 6 juta ton dan 30% akan diekspor ke Vietnam.

”Ekspor akan dilakukan ke Vietnam karena Posco memiliki industri hilir baja di sana. Jadi RI akan dijadikan basis ekspor Posco,” paparnya.

Dia menjelaskan, pabrik baru itu akan menghasilkan pelat baja (steel plate), baja kasar (slab), dan baja canai panas (hot rolled coils/HRC). Pelat baja akan digunakan untuk memenuhi permintaan industri galangan kapal yang memiliki spesifikasi khusus, antara lain lebar 4 meter dengan tebal sampai 100 milimeter. Selama ini KS belum memproduksi spek baja tersebut.

Menurut dia, Posco dan KS akan merumuskan nama perusahaan joint venture serta tender kontraktor pembangunan pabrik itu pada awal tahun depan. Kemungkinan besar pabrik baru itu akan menggunakan mesin dari Posco (Korea Selatan) dan Jerman. ”Kemungkinan besar kontraktornya Krakatau Engineering dan Posco Construction,” ucapnya. Pabrik itu akan mendapatkan pasokan bahan baku berupa lumps iron ore/natural ore dari dalam negeri dan impor dari Australia.

Untuk memuluskan rencana pembangunan pabrik baru itu, lanjut dia, KS akan membuat jaringan infrastruktur jalan, ekspansi kapasitas pelabuhan dari 10 juta ton menjadi 30 juta ton untuk kelancaran pasokan bahan baku, serta penyediaan fasilitas pengolahan air. “Selain itu, KS akan membangun pembangkit listrik berkapasitas 300 megawatt dan 120 MW di Cilegon, Banten,” tuturnya.
 

Investasi Posco
          
Dengan pembagian porsi saham yang telah disepakati, Posco akan menggelontorkan sekitar US$ 2,1 miliar (70%) pada tahap awal pembangunan pabrik itu. Sedangkan KS diperkirakan membenamkan US$ 900 juta (30%) pada periode 2010-2013. “Kami harus memupuk modal untuk menaikkan saham KS menjadi 45% pada akhir tahap kedua,” ucap Fazwar.

Menperin MS Hidayat menilai, kerjasama kedua produsen baja terbesar di masing-masing negara itu akan memberikan nilai tambah yang besar bagi perekonomian nasional. ”Pemerintah akan mendukung investasi ini dengan memberikan iklim usaha yang kondusif,” ucapnya.

Duta Besar Korsel Untuk Indonesia Ho Young Kim mengatakan, pendirian pabrik baja Posco itu merupakan investasi terbesar Korsel di Indonesia. Dia berharap pemerintah Indonesia mendukung berbagai upaya untuk kelancaran investasi tersebut.

“Industri baja adalah tulang punggung industri nasional. Industri otomotif dan elektronik tidak dapat berkembang tanpa baja. Posco adalah perusahaan kebanggaan Korsel dan KS adalah perusahaan baja terbaik di Indonesia,” katanya.


(Sumber: Investor Daily Indonesia)

 Dilihat : 5809 kali