03 Dessember 2009
Krakatau dan Posco Teken Kerja Sama Baja

Jakarta - Krakatau Steel dan Pohang Iron and Steel Corporation (Posco), perusahaan baja asal Korea Selatan, menandatangani perjanjian kerja sama pembangunan pabrik baja. Penandatangan dilakukan oleh Direktur Utama Krakatau Steel Fazwar Bujang dan Chief Executive Officer Posco Chung Joon Yang, di Departemen Perindustrian, Jakarta, Rabu (2/12).

Menteri Perindustrian Mohamad Suleman Hidayat mengatakan, dengan penandatanganan perjanjian ini kinerja industri baja Indonesia akan meningkat lagi. "Ini starting point (titik permulaan)," kata Hidayat. Pemerintah Indonesia, menurut dia, akan membuat kebijakan yang mendukung investasi di industri ini.

Duta Besar Korea Selatan Ho Young Kim mengatakan, pemerintah Korea akan mendukung sepenuhnya proyek ini. Pemerintah Indonesia juga akan mengambil kebijakan yang diperlukan untuk mensukseskan kerja sama ini. "Industri mobil dan elektronika bisa berkembang cepat bila didukung industri baja," katanya.

Hidayat mengatakan, April tahun depan akan dilakukan joint venture agreement. "Berarti semua urusan sudah selesai, dan Agustus pekerjaan fisik dimulai," katanya.

Proyek patungan yang berlokasi di Cilegon, Banten, ini akan membangun pabrik baja berkapasitas 6 juta ton per tahun dalam dua tahap. Tahap pertama berkapasitas 3 juta ton yang diperkirakan selesai pada 2013. "Tapi pada tahun kedua, tahap kedua sudah mulai dibangun, sehingga dalam lima tahun selesai," ujar Fazwar.

Fazwar mengungkapkan pabrik baja bernilai US$ 6 miliar atau setara Rp 5,7 triliun itu nantinya bakal memproduksi slab, hot rolled coil, dan plate untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri. "Tahap pertama seluruhnya untuk pasar dalam negeri," ucapnya.

Proyek ini diprediksi bisa menurunkan impor baja sampai 20 persen. Adapun pada tahap kedua, produksi akan mulai diekspor sebesar 30 persen ke Vietnam yang mempunyai industri hilir. "Jadi kita industri hulunya," katanya.

Saat ini kebutuhan baja nasional sebesar 10 juta ton. Adapun produksi sebesar 4,5 ton, sudah termasuk produksi dari Krakatau Steel dan pihak swasta. "Dalam empat tahun ke depan pertumbuhan konsumsi baja sebesar 8 sampai 10 persen per tahun," katanya.

Untuk investasi awal Krakatau mengucurkan 30 persen dari biaya keseluruhan, sementara Posco 70 persen. "Tapi nanti finalnya 45, mereka 55," kata Fazwar. Krakatau Steel butuh waktu memperbesar modal untuk menaikkan saham. Soal kapan porsi saham itu akan bertambah, Fazwar mengatakan itu tergantung kesiapan ekuitas.

Proses produksi akan dimulai setidaknya setelah 33-36 bulan proses konstruksi yang dimulai Agustus tahun depan. Adapun kebutuhan material kasar sebagian berasal dari dalam negeri dan sisanya diimpor dari Austalia. Namun, saat ini ada lahan seluas 60 hektare dari 350 hektare yang masih perlu diselesaikan dengan Pemerintah Kota Cilegon.


(Sumber: Tempo Interaktif)

 Dilihat : 3474 kali