20 November 2009
Harga IPO Saham Latinusa Rp 315-405 Per Saham

Jakarta: PT Pelat Timah Nusantara (Latinusa) akan menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham pada Desember 2009. Saham anak usaha PT Krakatau Steel itu ditawarkan pada kisaran harga Rp 315-405 per unit. Latinusa bakal melepas 504,67 juta saham (20%) kepada publik dengan target perolehan dana sekitar Rp 158,97-204,3 miliar. Perseroan telah menunjuk PT Bahana Securities sebagai penjamin pelaksana emisi (lead underwriter). Sebelum IPO, komposisi pemegang saham Latinusa adalah PT Krakatau Steel (93,87%) dan PT Baruna Inti Lestari (6,13%). Setelah pelepasan saham kepada publik sebanyak 20%, komposisi pemegang saham akan berubah menjadi Krakatau Steel sebesar 75,10% dan Baruna Inti 4,9%. Masa penawaran awal saham Latinusa dimulai pada 19-30 November 2009. Sedangkan pernyataan efektif dari Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam–LK) diharapkan pada 4 Desember dan masa penawaran saham mulai 7-8 Desember. Selanjutnya, pencatatan saham (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditargetkan pada 14 Desember 2009. "Seluruh dana dari hasil penawaran umum akan digunakan untuk proyek revamping mesin produksi dan penambahan unit mesin baru dalam rangka meningkatkan efisiensi, kualitas, dan kapasitas produksi dari 130.000 ton menjadi 160.000 ton," jelas Direktur Utama Latinusa Ardhiman TA di sela paparan publik perseroan di Jakarta, Kamis (19/11). Sementara itu, setelah IPO, Krakatau Steel berencana melepas 55% saham Latinusa kepada konsorsium Nippon Steel Corporation. Nilai penjualan saham itu sekitar US$ 59,5 juta atau pada harga Rp 406 per saham. Dengan divestasi saham tersebut, struktur pemegang saham Latinusa akan kembali berubah. Saham milik Krakatau Steel menjadi 20,1%, Baruna Inti 4,9%, konsorsium Nippon Steel 55%, sedangkan publik 20%. Menurut Ardhiman, divestasi saham Krakatau Steel untuk membantu Latinusa mendapatkan 90% bahan baku yang dibutuhkan oleh perseroan. "Selama ini, kalau ada impor bahan baku, hanya sekitar 80% yang bisa terpenuhi," jelas dia. Hingga akhir 2009, Latinusa memperkirakan pendapatannya mencapai Rp 1,2 triliun. Laba bersih sekitar Rp 30-40 miliar. Adapun penjualan produk lempengan timah perseroan ditargetkan mencapai 90 ribu metrik ton (MT). Pada 2010, Latinusa berencana menambah kapasitas produksi dan penjualannya menjadi 120 ribu MT. Dengan demikian, pendapatan bersih perusahaan tahun depan bisa mencapai Rp 1,6-1,7 triliun dan laba bersih sekitar Rp 90-100 miliar. Sementara itu, mengenai rencana IPO Krakatau Steel, Direktur Keuangan Krakatau Steel Sukandar menegaskan, pihaknya akan melepas 20-30% saham kepada publik. Rencana go public tersebut dijadwalkan paling lambat akhir 2010. (Sumber: Investor Daily Indonesia)

 Dilihat : 3549 kali