10 November 2009
Posco Perkuat Komitmen Joint Venture dengan KS

JAKARTA: Raksasa baja asal Korea Selatan, Pohan Steel Company (Posco), memperkuat komitmen untuk membentuk usaha patungan (joint venture) dengan PT Krakatau Steel (KS). Kedua BUMN itu berencana akan membangun pabrik baja di Cilegon dengan kapasitas lima juta ton per tahun senilai US$ 5 miliar secara bertahap.

CEO Posco Chung Joon Yang bersama Business Development Vice Presiden Posco Sung Kwan Baek dan Dirut KS Fazwar Bujang melaporkan rencana tersebut kepada Menteri Perindustrian (Menperin) MS Hidayat di Jakarta, Jumat (6/11). "CEO Posco meminta saran kepada Menperin agar nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) usaha patungan itu dilakukan di hadapan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono," kata Dirjen Industri Logam, Mesin, Tekstil, dan Aneka Departemen Perindustrian (Depperin) Ansari Bukhari usai pertemuan tersebut.

Menurut dia, CEO Posco meminta MoU joint venture antara KS dan Posco dilakukan di hadapan Presiden RI mengingat nilai kerjasama itu yang sangat besar. "Posco meminta MoU dilakukan segera, semakin cepat makin baik. Sedangkan Menperin akan berkonsultasi dengan Presiden," tuturnya.

Ansari menjelaskan, dalam kunjungannya ke Indonesia, CEO Posco menemui Menperin MS Hidayat, Menteri Perdagangan, Menneg BUMN, serta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. "Mereka meminta komitmen pemerintah RI untuk memberikan insentif dalam investasi Posco," katanya. Menanggapi hal itu, dia menerangkan, pemerintah akan memberikan insentif yang ditetapkan dalam PP No 62/2008 tentang keringanan pajak penghasilan (PPh) untuk industri tertentu di daerah tertentu.

Dia menambahkan, tahapan kerjasama antara KS dan Posco itu akan dimulai penandatangan MoU pada waktu dekat. Setelah itu, pada pertengahan 2010 dirumuskan perincian teknis untuk merealisasikan joint venture terkait rencana pembangunan pabrik baru di Cilegon. "Dalam tahap awal, KS akan menyediakan lahan untuk pabrik itu. Baru secara bertahap, KS akan mendukung modal," tuturnya.

Berdasarkan catatan Investor Daily, usaha patungan KS-Posco itu diarahkan untuk membangun pabrik pelat baja dalam dua tahap, masing-masing untuk kapasitas 2,5 juta ton. Pabrik baru itu akan menghasilkan slab dan billet mengingat selama ini pasokan untuk pasar domestik masih defisit. Kebutuhan listrik untuk megaproyek tersebut diperkirakan mencapai 500 megawatt (MW).

Dalam perusahaan patungan itu, porsi saham mayoritas sekitar 60% dipegang Posco dan sisanya dikuasai KS secara bertahap.


(Sumber: Investor Daily Indonesia)

 Dilihat : 3198 kali