28 Oktober 2009
SEMESTER II-2010 KRAKATAU STEEL MASUK BURSA, BTN Gandeng Danareksa dan Bahana Tangani IPO

JAKARTA: Selain PT Mandiri Sekuritas dan CIMB Securities, PT Bank Tabungan Negara (BTN) juga menunjuk Danareksa Sekuritas dan Bahana Securities sebagai penjamin pelaksana emisi (lead underwriter) dalam penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham tahun ini.
 
"BTN sudah meminta Danareksa dan Bahana untuk ikut membantu rencana IPO saham," kata Direktur PT Danareksa Aloysius Kiik Ro di Jakarta, Selasa (27/10).
 
Aloysius menegaskan, pihaknya sangat siap membantu privatisasi BUMN, karena dapat menghasilkan sinergi yang menguntungkan sesama perusahaan pelat merah. Danareksa juga akan menangani rencana IPO 30% saham PT Pembangunan Perumahan (PP) senilai Rp 1,4 triliun. Sedangkan BTN berencana menjual 30% saham kepada publik paling lambat pertengahan Desember 2009, dengan target perolehan dana sekitar Rp 2-2,5 triliun.
 
Hingga Juni 2009, nilai aset BTN untuk pertama kali menembus Rp 50 triliun. Angka tersebut di luar perkiraan manajemen, karena perseroan hanya menargetkan aset senilai Rp 48 triliun hingga akhir tahun ini. "Aset kami sudah mencapai Rp 50 triliun, melampaui target sebesar Rp 48 triliun," ujar Dirut BTN Iqbal Latanro, belum lama ini.
 
Iqbal optimistis dapat membawa BTN masuk dalam 10 bank terbesar dari sisi aset. Karena itu, perseroan akan menggunakan dana hasil IPO saham untuk ekspansi kredit.
 
Selain IPO, BTN berencana menerbitkan Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK EBA) tahap II senilai Rp 391 miliar. Standard Chartered Plc, Mandiri Sekuritas, Danareksa, dan Bahana Securities telah diberi mandat untuk membantu sekuritisasi aset tersebut.
 
Kupon KIK EBA tahap II ditetapkan sebesar 11%. Rencananya, pencatatan KIK EBA dilakukan pada 30 Oktober 2009. Efek tersebut telah mendapat peringkat AAA dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) bertindak sebagai bank kustodian. Sedangkan PT Sarana Multigriya Finance (SMF) menjadi pembeli siaga (standby buyer).
 

IPO Krakatau Steel

Sementara itu, PT Krakatau Steel menjadwalkan ulang IPO saham pada semester II-2010 atau mundur dari rencana sebelumnya pada semester I tahun depan. Perusahaan baja nasional itu akan menyeleksi ulang underwriter.
 
"Mudah-mudahan, Krakatau Steel bisa IPO dengan melepas sekitar 20% saham pada semester II-2010," kata Dirut Krakatau Steel Fazwar Bujang di Jakarta, kemarin.
 
Fazwar mengungkapkan, pihaknya sudah mengantungi izin IPO dari menteri negara BUMN dan DPR. Sesuai rencana awal, Krakatau Steel menargetkan perolehan dana sebesar Rp 2 triliun.
 
Tahun ini, salah satu anak usaha Krakatau Steel, yaitu PT Pelat Timah Nusantara (Latinusa) akan terlebih dahulu go public dengan target perolehan dana Rp 400 miliar. Latinusa telah menunjuk Bahana Securities sebagai lead underwriter.
 
Di samping itu, sejumlah perusahaan BUMN lain yang bakal menggelar IPO saham pada 2010 adalah PT Garuda Indonesia, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III, PTPN IV, dan PTPN VII. Garuda menargetkan perolehan dana hasil IPO sekitar US$ 400 juta, sedangkan PTPN III sebesar Rp 1 triliun.
 

(Sumber: Investor Daily Indonesia)

 Dilihat : 2904 kali