16 September 2009
Pembangunan Pabrik Meratus Sudah 15%

JAKARTA. Pembangunan pabrik baja PT Meratus Jaya Iron and Steel mulai berjalan. Bahkan, Direktur Utama PT Krakatau Steel (KS) Fazwar Bujang mengatakan, pengerjaan proyek yang ada di Batu Licin, Kalimantan Selatan, itu kini sudah mencapai 15%. "Sekarang 547 tiang pancang pabrik itu sudah selesai," katanya usai bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla di Istana Wapres, Selasa kemarin (15/9).

Fazwar menjelaskan, saat ini, pihaknya sedang menunggu kedatangan alat berat dan mesin-mesin untuk melanjutkan konstruksi pabrik tersebut. Ia berharap, seluruh perlatan tiba awal 2010. "Kalau semua berjalan sesuai rencana, pada 2011, pabrik sudah bisa berproduksi," ucapnya.

Untuk tahap awal, pabrik baru itu nantinya hanya akan memproses bijih besi menjadi baja kasar dan besi spons. Sementara, proses peleburannya masih harus dilakukan di pabrik KS di Cilegon.

Pabrik Meratus berdiri di lahan 200 hektare milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Total investasinya mencapai Rp 950 Miliar. Meratus sendiri merupakan perusahaan patungan antara KS, PT Aneka Tambang Tbk, dan Pemprov Kalimantan Selatan. KS menggenggam 61% saham, Antam 31%, dan sisanya milik Pemprov.

Menurut Fazwar, 35% dana pembangunan pabrik itu berasal dari modal Meratus, sedangkan yang 65% dari utang Bank Rakyat Indonesia (BRI). "Mudah-mudahan bisa uji coba dengan kapasitas 315.000 ton per tahun," ujarnya.

Jusuf Kalla meminta, dalam lima tahun ke depan, pabrik itu bisa memproduksi baja dari hulu sampai hilir. Artinya, ia berharap, Meratus juga harus bisa melakukan peleburan baja sendiri. Jika cita-cita ini terlaksana, Meratus akan memproduksi bahan baku baja berupa pig iron, besi spons (sponge iron), slab, dan billet.

Saat mengunjungi Batu Licin April lalu, Kalla meminta pabrik Meratus menghasilkan produk baja utuh yang siap pakai. Sehingga, baja itu setara dengan produk Solingen, penghasil baja di Jerman. Ketika itu, Fazwar menjanjikan pabrik baja yang terintegrasi dari hulu sampai hilir ini siap beroperasi dalam lima tahun

Sementara, soal ketersediaan bahan baku, Presiden Direktur PT Meratus Jaya Anwar Ibrahim menjamin, pabrik ini tak akan kekurangan bijih besi. Sebab, Meratus telah menjalin kontrak pasokan bahan baku baja itu dengan PT Sebuku Iron Leteric Ore (SILO) selama 15 tahun. "Mereka memiliki deposit 20 juta ton," katanya. Selain itu, Meratus juga sudah mempunyai kontrak dengan PT Yiwan Mining yang akan menambah pasokan bijih besi.

(Sumber: Kontan Online)

 Dilihat : 2785 kali