09 September 2009
Pabrik Baja Baru di Cilegon Kian Pasti

JAKARTA. Rencana pembangunan pabrik baja baru milik PT Krakatau Steel (KS) semakin jelas. Kini KS tengah menyelesaikan studi kelayakan pembangunan pabrik baja yang berlokasi di Cilegon, Banten, itu. KS berpatungan dengan Pohang Steel Company (Posco), perusahaan baja asal Korea Selatan, dalam membangun pabrik ini.

Kemarin (8/9), Business Development Vice President Posco Sung Kwan Baek sudah melaporkan detail rencana joint venture dengan KS ini kepada Menteri Perindustrian Fahmi Idris. "Kalau hasil studi kelayakan positif, pabrik joint venture bisa segera dibangun dan selesai pada 2014," kata Ansari Bukhari, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Tekstil, dan Aneka Departemen Perindustrian.

Yang menarik, pembangunan pabrik bisa dimulai pada November tahun ini juga. Tentu saja, Ansari menjelaskan, pembangunan mulai berjalan jika studi kelayakan yang antara lain berisi hitungan tentang return on investment (ROI) joint venture, dan daya serap pasar baja Indonesia sudah rampung.

Selain melaporkan kepastian investasi, Posco melaporkan pula bahwa kebutuhan bahan baku pabrik baru itu yang berupa bijih besi dan batubara akan dipasok dari Indonesia. Posco akan menyediakan mesin produksi yang menggunakan teknologi peleburan baja dengan energi batubara.

Investasi pembangunan pabrik tersebut menelan dana US$ 5 miliar. Direktur Utama KS Fazwar Bujang sebelumnya mengungkapkan, nilai investasi pabrik baja baru itu memang besar karena mencakup pembangunan fasilitas peleburan dan juga sarana infrastruktur.

Nantinya, pabrik ini akan memproduksi baja slab dan billet. Semua hasil produksinya untuk memenuhi kebutuhan domestik. Pasokan kedua produk itu di pasar lokal memang masih minim.

Tapi, ada beberapa hal yang harus dilakukan Pemerintah. Perwakilan Posco juga meminta dukungan insentif berupa keringanan pajak, kemudahan pengurusan izin, serta jaminan suplai bahan baku. “Untuk investasi baja, akan kami beri insentif pajak sesuai Peraturan Pemerintah (PP) No 62/2009 berupa keringanan pajak penghasilan sebesar 30% selama enam tahun,” tutur Ansari.

(Sumber: Kontan Online)

 Dilihat : 4375 kali