03 September 2009
KS Lepas 20% Saham Latinusa Lewat IPO

CILEGON: PT Krakatau Steel (KS) akan melepas sekitar 20% saham pada anak usaha, PT Pelat Timah Nusantara (Latinusa), lewat penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham perusahaan tersebut pada November 2009. Volume saham Latinusa yang akan dilepas berkisar 500 juta unit senilai Rp 300-400 miliar.
 
Menurut Direktur Keuangan Latinusa Erwin, KS kelak hanya memiliki sekitar 73,9% saham Latinusa, 20% akan dipegang publik, dan sisanya dimiliki PT Baruna Inti Lestari. "Saat ini, KS menguasai 93,9% saham Latinusa," ujar Erwin di sela kunjungan ke pabrik Latinusa di Cilegon, Banten, Selasa (1/9).
 
 Dia mengungkapkan, sekitar 50-80% dana hasil IPO bakal digunakan untuk memperbaiki fasilitas dan meningkatkan kapasitas produksi pabrik dari 130 juta ton menjadi 160 juta ton. Adapun sekitar 20-50% lainnya akan digunakan untuk modal kerja. "Kami belum bisa memperkirakan besaran dana dari hasil IPO serta nilai nominal per sahamnya," tutur dia.
 
Erwin menambahkan, pihaknya menargetkan pernyataan efektif dari Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam–LK) pada akhir Oktober, sehingga perusahaan itu bisa mencatatkan saham (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada November 2009.
 
Latinusa, kata dia, akan membangun pabrik  pada 2010 hingga 2011, sehingga kapasitas perusahaan baru efektif meningkat pada 2013 atau 2014. Hingga akhir 2008, pangsa pasar domestik  Latinusa berkisar 57,5%. "Pangsa pasar akan kami ditingkatkan hingga 60%," tandasnya.
 
Akhir tahun lalu, permintaan timah berbentuk lembaran dan gulungan di pasar domestik berkisar 180-200 juta ton, sedangkan tahun ini diperkirakan mencapai 187 ribu ton. Hingga akhir 2008, penjualan Latinusa mencapai Rp 1,47 triliun dengan laba bersih Rp 72,72 miliar. "Hingga akhir tahun ini, penjualan kemungkinan turun 10-15% akibat turunnya permintaan domestik sekitar 10%," paparnya.
 
Menurut Direktur Operasional Latinusa Himawan Turatmo, mayoritas atau sekitar 60% produksi Latinusa digunakan untuk membuat kaleng makanan. "Untuk kaleng cat sebanyak 25%, dan sisanya untuk general can," ujarnya.

(Sumber: Investor Daily Indonesia)

 Dilihat : 3863 kali