01 September 2009
Latinusa Targetkan 80% Pangsa Pasar Tinplate Nasional

Jakarta - PT Pelat Timah Nusantara (Latinusa) perusahaan nasional yang memproduksi tinplate sebagai bahan baku kaleng industri kemasan menargetkan penguasaan pangsa pasar hingga 80% di 2014. Saat ini perseroan masih mengusai 57,5% pangsa pasar tinplate dalam negeri.

"Pangsa pasar 80% tercapai diatas tahun 2014," kata Direktur Keuangan PT Latinusa Erwin di pabrik Latinusa di Cilegon, Selasa (1/9/2009).

Dikatakannya total pangsa pasar  tinplate nasional pada tahun 2008 lalu mencapai 200.000 ton, namun pada tahun ini diperkirakan pangsa pasarnya mengalami penurunan 10% hanya berada di sekitar 187.000 ton. Meskipun mengalami penurunan, perseroan optimis bisa meraih pangsa pasar hingga 60% pada tahun ini.

"Pangsa pasar masih 57,5% target kita sampai 80% ke depannya," katanya.

Untuk meningkatkan pangsa pasar, perseroan akan terus melakukan penjajakan pasar ke konsumen-konsumen baru, di luar dari konsumen pelanggan yang selama ini sudah menjadi pelanggan setia Latinusa misalnya sektor industri  makanan, kemasan pelumas dan lain-lain.

Latinusa pernah mencatat produksi tertinggi pada September 2008 dengan kapasitas hingga 94,62% dari kapasitas terpasang. Meski belum sepenuhnya memenuhi permintaan tinplate nasional karena harus bersaing dengan produk tinplate China dan India, perseroan masih menyisihkan ekspor sebanyak dibawah 5% dari produksi.

Latinusa merupakan anak usaha PT Krakatau Steel Group yang bergerak dalam memproduksi tinplate (plate timah) yang biasa digunakan untuk kemasan kaleng makanan minuman, pelumas dan lain-lain. Produk tinplate dibuat dari tin mill black plate yang dilapisi timah putih.

Perusahaan yang didirikan pada tanggal 19 Agustus 1982 ini, sebanyak 93,87% sahamnya dimiliki oleh PT Krakatau Steel Group yang merupakan perusahaan baja terintegrasi di Indonesia, sisanya sebanyak 6,13%  dimiliki oleh PT Baruna Inti Lestari.

Saat ini kapasitas produksi tinplate Latinusa mencapai 130.000 ton per tahun, rencananya akan ditingkatkan menjadi 280.000 ton dalam waktu jangka panjang, sedangkan untuk waktu dekat kapasitas produksinya akan ditingkatkan hingga 160.000 ton per tahun.

(Sumber: Detik Finance)

 Dilihat : 4423 kali