20 Agustus 2009
LATINUSA TUNGGU PP, Dian Swastatika Berniat IPO 15% Saham

JAKARTA: PT Dian Swastatika Sentosa akan menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham sekitar 10-15%. Perseroan telah menunjuk PT OSK Nusadana Securities sebagai penjamin pelaksana emisi saham.
 
Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) mengatakan, perseroan berencana mencatatkan perdana saham pada kuartal IV-2009. "Dian Swastatika berharap bisa mencatatkan (listing) saham di BEI Oktober tahun ini. Namun, saya belum mengetahui berapa target dana IPO perusahaan tersebut," ujarnya di Jakarta, Rabu (19/8).
 
Dian Swastatika bergerak pada bidang pembangunan menara telekomunikasi (based transceiver station /BTS) dan pembangkit listrik (powerplant).
 
Dirut OSK Nusadana Securities Halim Susanto mengatakan, perseroan segera menyampaikan prospektus penawaran saham kepada Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK). Adapun pernyataan rencana listing kepada BEI telah disampaikan.
 
"Perusahaan menetapkan nilai nominal per saham Rp 250 dan saham yang dilepas merupakan saham baru yang diterbitkan oleh perusahaan," ujarnya kepada Investor Daily.
 
Dia menambahkan, perusahaan akan menggunakan dana hasil IPO saham untuk mendanai modal kerja, ekspansi, dan akuisisi perusahaan batubara. Saat ini, Dian Swastatika telah memiliki tambang batubara di Sumatera dan Kalimantan. Produksi batubara dari kedua tambang untuk menyuplai kebutuhan bahan bakar pembangkit listriknya.
 
Latinusa

Sementara itu, rencana IPO saham PT Pelat Timah Nusantara (Latinusa) tinggal menunggu persetujuan pemerintah yang tertuang dalam peraturan pemerintah (PP).
 
Dirut Krakatau Steel Fazwar Bujang mengatakan, Latinusa merupakan salah satu anak usaha PT Krakatau Steel yang memiliki kinerja keuangan baik. Hingga akhir tahun lalu, pendapatannya sekitar Rp 800-900 miliar. "IPO saham Latinusa masih menunggu peraturan pemerintah yang diharapkan terbit dalam waktu dekat," ujarnya ketika berkungjung ke kantor Investor Daily, kemarin.
 
Latinusa berniat melangsungkan IPO saham pada kuartal IV-2009 dengan melepas 20-30% sahamnya ke publik untuk meraup dana sekitar Rp 300-400 miliar. Perusahaan disebut telah menunjuk Bahana Securities selaku underwriter saham.
 
Latinusa beroperasi di kawasan industri Krakatau Steel di Cilegon, Banten. Latinusa menjadi pemasok tunggal pelat timah di pasar nasional. Awalnya, Krakatau Steel berencana melepas 10% saham Latinusa kepada investor strategis, setelah itu menggelar IPO saham. Produsen baja terbesar di Jepang, Nippon Steel Co Ltd dan produsen baja asal Korea Selatan, Pohang Steel Co (Posco) disebut-sebut berminat membeli saham Latinusa.
 
Menyangkut rencana IPO Latinusa, Eddy menjelaskan, perusahaan belum menyampaikannya kepada otoritas bursa.

(Sumber: Investor Daily Indonesia)

 Dilihat : 2889 kali