21 Juli 2009
Truba dan Krakatau Bentuk Joint Venture

JAKARTA: PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk (TRUB) dan PT Krakatau Daya Listrik (KDL), anak usaha PT Krakatau Steel, akan membentuk perusahaan patungan (joint venture/JV) terkait peluang dalam proyek pembangunan PLTU 10 ribu megawatt (MW) tahap II PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Sekretaris Perusahaan Truba Alam Gamala Katoppo mengatakan, kedua pihak telah menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) pada 17 Juli 2009. Perusahaan patungan tersebut akan dibentuk dalam tiga bulan mendatang.

Perusahaan patungan yang akan dibentuk Truba dan Krakatau Daya Listrik itu bergerak dalam bisnis jasa operasional dan pemeliharaan (operational and maintenance/O&M)."Tapi, kami belum menghitung dana yang harus diinvestasikan," kata Truba kepada Investor Daily di Jakarta, Jumat (17/7).

Gamala menegaskan, pihaknya mengincar penanganan O&M pada pembangkit listrik di Tanjung Jati B unit III dan IV berkapasitas 2x660 MW. Sebelumnya, O&M di pembangkit listrik unit I dan II ditangani PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC).

Selain kerja sama dengan Krakatau Daya Listrik, Truba juga menandatangani MoU dengan Krakatau Steel terkait penyediaan produk baja sebagai material dalam konstruksi pembangkit listrik. "Kami juga bekerjasama di bidang jasa operasional dan pemeliharaan (O&M) pembangkit listrik, engineering, pelabuhan, kawasan industri, teknologi informasi dan lainnya," tutur Gamala.

Sementara itu, Presiden Direktur Truba Alam Sidarta Sidik mengatakan, kerja sama tersebut dapat memberikan keuntungan bagi kedua pihak. Saat ini, perseroan tengah menjajaki berbagai proyek engineering, procurement and construction (EPC) dari PLN.

Terkait kinerja perseroan, Sidarta mengatakan bahwa pendapatan Truba pada kuartal II-2009 meningkat dibandingkan periode sama tahun lalu. Namun, laba bersih masih tertekan rugi kursm meskipun nilainya lebih kecil dibandingkan kuartal I-2009. Truba Alam Manunggal baru-baru ini juga  menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dengan  perusahaan asal Malaysia, Zelleco Engineering Sdn Bhd dan Gumi Asli Elektrikal Sdn Bhd. MoU itu dibuat  karena Zelleco dan Gumi Asli meminati bisnis pembangunan jaringan listrik di Indonesia.

"PLN kan punya program membangun pembangkit listrik  10 ribu megawatt, tapi masih butuh jaringannya," kata Sekretaris Perusahaan Truba Alam Gamala Katoppo.

Belum lama ini,  Truba Alam  menjual seluruh sahamnya di PT Meta Epsi senilai Rp 67,25 miliar kepada PT Central Energi Pratama. Truba memiliki saham Meta Epsi setelah mengakuisisi 28,91% saham pada Oktober 2007.

"Pada 12 Juni 2009, Truba telah mengalihkan seluruh sahamnya di Meta Epsi kepada Central Energi Pratama, suatu perseroan terbatas yang tidak terafiliasi dengan perseroan," tutur  Gamala  Katoppo.

Meta Epsi merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa konstruksi dan real estat. Kontraktor tersebut memiliki  pengalaman selama 30 tahun dalam membangun jaringan transmisi dan gardu induk di Indonesia. Meta Epsi dan PT Dalima Arya menjadi kontraktor pada proyek PLN berupa pembangunan PLTU Indramayu, Jawa Barat, senilai Rp 247,8 miliar.

Sebelumnya, Ratchaburi Electricity Generating Holding PCL mengambil alih 40% saham Truba Alam Manunggal di proyek PLTU Kuala Tanjung, Sumut. Dengan akuisisi itu, saham Truba berkurang menjadi 40%, sedangkan sisanya 20% dimiliki perusahaan lokal, PT Ranyza Energi.

Ratchaburi Electric merupakan produsen tenaga listrik independen di Thailand. Total kapasitas listriknya saat ini mencapai 4.347 megawatt (MW). Pemegang saham mayoritas Ratchaburi adalah otoritas pembangkit listrik Thailand sebesar 45%. Sedangkan Banpu Plc, produsen batubara terbesar di Thailand memiliki 15% saham Ratchaburi.

Ratchaburi dan Truba telah menandatangani nota kesepakatan untuk mengevaluasi dan uji tuntas PLTU Kuala Tanjung. Nilai investasi proyek pembangkit listrik swasta (independent power producer/IPP) itu diperkirakan sebesar US$ 274,3 juta. Total kapasitasnya 270 MW.

 
(Sumber: Investor Daily Indonesia)

 Dilihat : 4106 kali