14 Mei 2009
Krakatau Steel Lanjutkan Ekspansi di Cilegon

JAKARTA: BUMN produsen baja, PT Krakatau Steel (KS), melanjutkan kajian pembangunan pabrik baru di Cilegon dengan kapasitas 2 juta ton pada tahun depan.

Perusahaan pelat merah itu mengubah strategi pembiayaan ekspansi tersebut dari penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham menjadi penjajakan kerja sama patungan dengan asing.
          
Dirut KS Fazwar Bujang menerangkan, perubahan alternatif pembiayaan ekspansi itu dilakukan mengingat kondisi pasar modal yang belum pulih sehingga menghambat IPO KS. "Rencana strategis KS masih tetap. Kami sedang mencermati alternatif pendekatan lain, misalnya membuka kerjasama joint venture. Bisa saja dengan asing," katanya, usai menandatangani kerja sama antara KS dan Pemprov Maluku untuk penyediaan bahan baku baja untuk pembangunan infrastruktur, Selasa (12/5).
          
Semula, KS berencana mengalokasikan seluruh dana hasil IPO untuk membangun pabrik blast furnance di Cilegon dengan kebutuhan investasi sekitar Rp 5 triliun. Namun, krisis finansial global yang merontokkan pasar modal di seluruh dunia membuat rencana itu tertunda. "Saat ini price earning ratio (PER) industri manufaktur di bursa efek masih rendah sehingga IPO KS masih menunggu waktu yang tepat," tuturnya.
          
Fazwar mengakui, KS saat ini terus berkomunikasi dengan BUMN produsen baja asal Korea Selatan, Posco, untuk merealisasikan ekspansi tersebut. "Sekali dalam sebulan ataupun dalam dua bulan sekali, tim KS ke Korea Selatan. Begitu juga sebaliknya, tim mereka ke Indonesia," paparnya.
          
Menurut dia, KS melakukan komunikasi yang cukup intensif dengan Posco untuk memfinalisasi kerangka kerja sama patungan. "Sampai saat ini belum ada kesimpulan atau perjanjian. Di masa krisis, kami justru memfinalisasi pengkajian agar jika ekonomi membaik, kerjasama itu bisa berjalan lebih cepat," ucapnya.

(Sumber: Investor Daily Indonesia)

 Dilihat : 4004 kali