08 April 2009
Wapres: RI Mampu Bangun Baja Kalimantan

BATULICIN: Indonesia mampu membangun industri baja domestik dengan label Baja Kalimantan. Sebagai fondasinya adalah pembangunan pabrik besi spons milik PT Krakatau Steel di Batulicin, Tanah Tumbuh, Kalimantan Selatan (Kalsel).

"Lima tahun ke depan, kita harus membangun dan memiliki produk Baja Kalimantan," papar Wapres Jusuf Kalla saat meresmikan pabrik besi spons milik PT Krakatau Steel (PT KS) di Batulicin, Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan (Kalsel), Selasa (7/4).

Pabrik tersebut dibangun oleh PT Meratus Jaya Iron & Steel (MJIS), perusahaan joint venture antara KS dan PT Aneka Tambang Tbk (Antam). Komposisi kepemilikian saham pabrik yang menelan investasi senilai total Rp 950 miliar itu terdiri atas PT KS (61%), PT Antam (30,3%), dan Pemprov Kalsel (8,7%). Penyertaan saham Pemprov pada pabrik berkapasitas 315 ribu ton per tahun itu berupa lahan seluas 200 hektare (ha).

Peresmian dihadiri Dirut PT Krakatau Steel Fazwar Bujang, Dirut PT Antam Alwin Syah Loebis, Menteri Perindustrian (Menperin) Fahmi Idris, Menneg BUMN Sofyan Djalil, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, Kepala BKPM M Luthfi, dan Gubernur Kalsel Rudy Ariffin.

Wapres menjelaskan, industri yang kuat harus berbasis sumber daya alam. "Untuk baja, kita bangun di Kalimantan dan Cilegon, Banten. Garmen di Bandung dan crude palm oil di Sumatera," ujar Wapres yang bergegas meninggalkan Batulicin, usai mendengar paparan Dirut PT KS Fazwar Bujang soal pabrik di Batulicin.

Pasokan bahan baku untuk pabrik di Batulicin itu dibeli dari PT Sebuku Iron Lateritic Ores (SILO) dan Yinwang Mining. "Kontraknya 15 tahun," kata Anwar Ibrahim, dirut PT MJIS.
 

Bea Masuk

Sementara itu, Fazwar menuturkan, pihaknya bersama asosiasi produsen baja sedang mengkaji besaran bea masuk (BM) yang akan diusulkan ke pemerintah. Ia belum bisa memastikan berapa besaran usulan BM yang akan diajukan untuk perlindungan industri baja domestik. Saat ini besaran BM untuk jenis HRC 5% dan CRC 7%. "Angka itu yang terkecil di dunia," papar dia.

Ia menjelaskan, saat ini tiap negara berupaya melindungi industri domestiknya. Selain BM, instrumen lainnya adalah penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI). "SNI akan diberlakukan 1 Mei," katanya.

KS saat ini menguasai 80% pangsa pasar baja domestik. Kehadiran baja impor, khususnya dari Tiongkok dan Rusia, sudah meresahkan para produsen domestik.
 

IPO KS

Sedangkan Sofyan Djalil mengatakan, rencana initial public offering (IPO)PT KS bisa saja semester II 2009, persisnya pasca-pemilu Presiden. "Namun menunggu pasar modal bagus dulu, bisa saja tahun ini," tutur dia, usai peresmian pabrik.

Menurut dia, rencana IPO KS harus tetap jalan. "Saat ini pasar sudah mulai membaik, meski belum sesuai harapan kami," kata Sofyan. Sementara itu, Fazwar Bujang menegaskan, pihaknya berharap saat masuk pasar modal, kondisi lantai bursa sudah pulih. "Kemungkinan pada kuartal pertama 2010," kata dia.

Ia berasumsi, krisis finansial global yang melanda Indonesia sudah reda pada awal 2010. "Pengamat ekonomi bilang, krisis reda pertengahan 2009, sehingga perekonomian membaik pada kuartal II/2010," tuturnya.
 

(Sumber: Investor Daily Indonesia)

 Dilihat : 3109 kali