06 November 2007
2 Kontainer tabung gas 3Kg harus direekspor

Hasil pertemuan dengan sejumlah instansi terkait dengan masuknya tabung gas ukuran 3kg dari Cina, Menteri Perindustrian (Menperin)Fahmi Idris akhirnya memutuskan akan mereekspor ribuan unit tabung gas yang masih tersimpan di Tanjungpriok, Jakarta Utara,tersebut ke negara asalnya.

USAI memimpin khusus impor tabung gas yang dihadiri Dirjen Bea Cukai Anwar Supriadi, Dirut Pertamina Arie Soemarsono, Ketua Umum Asosiasi Industri Tabung Baja (Asitab) Tjiptadi, Dirjen Perdagangan Luar Negeri Depdag Diah Maulida, wakil PT Krakatau Steel, KADIN Indonesia, Sucofindo, Surveyor Indonesia, kepolisian, Menperin menegaskan akan mereekspor tabung gas 3kg asal Cina.

"Selain untuk memberi efek jera terhadap importir nakal yang mencoba menyelundupkan tabung gas 3kg ke Indonesia, kami harap kepolisian untuk menindak tegas pelaku jika terbukti melakukan tindak pidana," ungkap Menperin, selaku pemimpin rapat dengan sejumlah instansi di Jakarta, Senin (5/11).

Menperin menegaskan, sanksi pidana itu di luar tindakan tegas yang akan diberikan kepada pelaku, yakni tak boleh mengikuti tender yang dilakukan .pemerintah. Dan jika dilakukan perusahaan pemenang tender, maka dia diwajibkan unaik mengembalikan iiangyang telah diterimanya.

"Tak tertutup kemungkinan terhadap pengadaan tabung gas 3kg, kami akan putuskan untuk melarang impor. Karena tabung gas, bisa menjadi kategori barang membahayakan. Lalu, menjadi pertimbangan Depdag memberikan larangan impor terhadap pengadaan tabung gas 3kg tersebut. Karena yang bisa menetapkan melarang impor atau tak adalah Depdag," tegasnya.

Dia menambahkan, terhadap keberadaan tabung gas impor 3kg di pelabuhan Tanjungpriok, pihaknya akan memroses secara serius. Untuk menekan kemungkinan munculnya tabung gas ilegal, secara periodik dia akan bekerjasama dengan Sucofindo dan Surveyor Indonesia mcmonitoring kemampuan produksi dan adanya kemungkinan produk ilegal.

Dengan cara tersebut, jelas dia, pihaknya mencoba match (selaraskan) antara kemampuan produksi lokal dengan permintaan terhadap tabung gas 3kg tersebut. Karena terhadap pengadaan kompor dan tabung gas 3kg itu, pemerintah sudah memberikan arahan program besar berupa, pro growth, pro job, dan pro poor.

"Melalui proses itu akan ada pertumbuhan ekonomi dan menciptakan kesempatan kerja, dan akhirnya kemiskinan bisa ditekan. Kalau kita belinya barang impor, tiga-tiganya tidak bisa tercapai, karena barang yang dibikin itu barang yang sangat sederhana," jelasnya.

Dirjen Perdagangan Luar Negeri Depdag Diah Maulida menambahkan, untuk melarang impor tak bisa dilakukan secara sembarangan. Karena larangan impor menyangkut hubungan antarnegara. "Bisa saja melarang impor, jika komoditas itu termasuk barang membahayakan keselamatan atau kesehatan.Jika tak ada unsur membahayakan keselamatan atau kesehatan, pemerintah tak bisa menetapkan untuk melarang impor," ungkapnya.

Sikap tegas untuk merekspor ini disambut positif Dirjen Bea Cukai Anwar Supriadi. Menurutnya, setelah adanya keputusan ini, pihaknya menjadi lebih leluasa untuk bertindak. "Sesuai dengan perintah Menperin untuk mereekspor tabung gas 3kg, dalam waktu dekat kami akan mereekspor barang itu. Terhadap tabung gas ukuran 6kg, 9kg, dan 12kg yang pengirimannya juga dilakukan secara ilegal, kami juga minta putusan tegas yang sama oleh pemerintah," katanya.

Pada kesempatan sama Dirut Pertamina Arie kembali menegaskan, logo Pertamina yang ada di tabung 3kg itu tak seizin pihaknya. Karena itu, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan gugatan kepada PT Global Pacific Energy Inc sebagai perusahaan pengimpor tabung gas 3kg.
© did

Sumber : Berita Kota

 Dilihat : 3060 kali