06 November 2007
Investigasi Baja Dumping Rampung Desember 2007

JAKARTA (Media): Pemerintah menargetkan penyelesaian investigasi baja dumping pada Desember 2007. Salah satu produsen baja asal India, Essar Steel, ditenggarai melakukan dumping terhadap produk baja canai panas (hot rolled coils /HRC).

Akibatnya, harga produk baja canai dingin (cold rolled coils/ CRC) yang beredar di pasar dalam negeri menjadi lebih rendah daripada harga pasar. Praktik tersebut telah memangkas margin keuntungan para produsen pengolah CRC dalam negeri.

Ketua Umum Komite Antidumping Indonesia (KADI)'Halida Miljani, menyatakan Essar termasuk salah satu perusahaan yarjg dituduh melakukan dumping. "Ia termasuk yang dituduh, tapi bukan Essar Indonesia, melainkan Essar di India,"'kata Halida, di Jakarta, kemarin.

Ia menerangkan ada lima negara yang tengah diselidiki KADI terkait dengan dugaan dumping di industri baja nasional. Kelima negara tersebut adalah China, Korea, Taiwan, Thailand, dan Rusia.

Pihaknya berjanji akan merampungkan proses investigasi tersebut dan melaporkannya kepada Departemen Perdagangan (Depdag) paling lambat 27 Desember 2007. Sebab, proses investigasi KADI dilakukan berdasarkan petisi para produsen baja nasional, termasuk PT Krakatau Steel (KS) yang diajukan sejak 28 Juni 2006.

Bila data yang diajukan KS tidak mendukung, lanjutnya, pemerintah tidak bisa mengenakan sanksi antidumping. "Sekarang yang dicari kebenaran tuduhan KS. Keputusan final pada KADI." Sebelumnya, Depperin menyatakan sekitar 200 ribu ton hingga 400 ribu ton atau 10%-20% dari total produksi HRC dan CRC diperkirakan dumping. Meski jumlah itu masih tergolong kecil jika dibandingkan dengan total impor HRC/CRC yang mencapai 2 juta ton per tahun, baja impor dengan harga dumping itu telah merusak pasar dalam negeri.

Saat dihubungi terpisah, Direktur mdustri Logam Ditjen Industri Logam Mesin Tekstil dan Aneka Departemen Perindustrian I Putu Suryawirawan mengungkapkan hal yang sama. Namun, Putu belum menyebutkan angka yang pasti.

Sumber : Media Indonesia

 Dilihat : 2927 kali