16 Dessember 2008
Posco Bangun Pabrik Berkapasitas 3,1 Juta Ton

JAKARTA: Pohang Steel Co (Posco), perusahaan baja terbesar milik pemerintah Korea Selatan, diketahui akan membangun pabrik baja baru (greenfield) di Cilegon, Banten, berkapasitas hingga 3,1 juta ton dengan total investasi mencapai US$5 miliar.

BUMN baja Korsel itu akan memanfaatkan infrastruktur yang tersedia di Cilegon. Agar proses penjajakan tersebut berjalan mulus, Posco telah melobi PT Krakatau Steel (KS)--BUMN produsen baja--dan Menteri Perindustrian Fahmi Idris baru-baru ini.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Muhammad Lutfi ketika dikonfirmasi seusai bertemu dengan Menperin menjelaskan kerjasama kedua BUMN ini ditetapkan berdasarkan azas saling menguntungkan (komersial). LPosco telah menyatakan ketertarikan membuat fasilitas produksi baja di Cilegon.  "Saya belum dapat surat dari Posco tapi dari info yang saya dapat Posco sedang berbicara serius dengan KS," ujarnya.

Dalam pembicaraan tersebut, ungkapnya, Posco tertarik berinvestasi di sektor baja hingga US$5 miliar atau setara Rp55 triliun (kurs sekitar Rp11.000 per dolar AS).  "Posco punya strategi khusus. Mereka justru justru lebih memilih berinvestasi pada saat krisis finansial global berkecamuk. Saat kondisi turun, Posco menilai saat inilah waktu yang tepat untuk berinvestasi."

Dalam pembicaraan dengan KS, katanya, Posco berminat memanfaatkan fasilitas infrastruktur dari BUMN produsen baja Indonesia tersebut. Namun, bentuk kerja sama antara KS dan Posco masih terus dibahas sehingga belum sampai pada tahap finalisasi. "Belum final dan keduanya masih menjajaki kesepakatan bersama yang menguntungkan. Bisa saja skema kerjasama mengikuti calon mitra sebelumnya," paparnya.

Ketika dikonfirmasi, Direktur Utama KS Fazwar Bujang akhirnya mengakui saat ini Posco lebih intensif menjajaki kajian bersama terkait dengan kemungkinan pembentukan kerja sama patungan (joint venture/JV) dengan KS.  "Tapi untuk melangkah lebih lanjut masih butuh waktu panjang termasuk kajian serta negosiasi dari aspek bisnisnya. Antara KS dan Posco juga belum membentuk perjanjian yang bersifat mengikat secara hukum".

(Sumber: Bisnis Indonesia)

 Dilihat : 2929 kali