04 Dessember 2008
Impor Besi dan Baja Melonjak 124,3%

JAKARTA: Total nilai impor bahan baku (HS. 72) dan produk besi dan baja (HS. 73) nasional sepanjang Januari-Oktober 2008 melonjak 124,3% dibandingkan dengan periode sama 2007, dari US$4,52 miliar menjadi US$10,15 miliar.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan sekitar 62,83% dari total nilai tersebut diserap bahan baku baja berupa bijih besi, billet, slab, pig iron (besi kasar) hingga besi bekas (scrap), senilai US$7,4 miliar.

Sisanya sekitar 37,17% datang dari kelompok barang dari besi dan baja seperti baja canai panas (hot rolled coils/HRC), pelat baja (HRP), baja canai dingin (CRC), kawat dan paku, besi beton, pipa baja, serta seng baja dengan nilai US$2,75 miliar.

Namun apabila diperinci, nilai impor kelompok bahan baku tersebut justru melonjak 116,9% dibandingkan dengan periode sama tahun lalu yang hanya US$3,41 miliar, sementara lonjakan impor produk baja (finished dan semifinished product) menembus 146,9% dari periode Januari - Oktober 2007 yang hanya US$1,11 miliar.

Tingginya nilai impor itu menyebabkan sejumlah produsen baja di dalam negeri kesulitan mengoptimalkan produksi karena stok bahan baku dan produk baja menumpuk.

Direktur Eksekutif Indonesia Iron and Steel Industry Asociation (IISIA) Hidayat Triseputro menjelaskan dengan kondisi pelemahan permintaan di pasar domestik, pabrik baja lokal cenderung memangkas utilisasi dari 50% menjadi 30% dalam tiga bulan terakhir. "Bahkan, di sektor hilir, utilisasi pabrik baja long product hanya 20%," katanya.

(Sumber: Bisnis Indonesia)

 Dilihat : 4858 kali