13 November 2008
Pinangan ArcellorMittal Mungkin Ditolak

PEMERINTAH mungkin akan menolak ArcellorMittal, perusahaan baja asal Luksemburg, yang kembali berencana masuk ke PT Krakatau Steel (KS) melalui pola kerja sama strategis.

"Kementerian BUMN tetap pada kebijakan privatisasi PT KS melalui penjualan saham perdana (IPO) ketimbang pola strategic sale," kata Menteri BUMN Sofyan Djalil di Jakarta, kemarin.

Menurut Sofyan, IPO adalah kebijakan yang diambil sesuai dengan kebijakan pemerintah dan telah mendapatkan persetujuan DPR. Kendati demikian, Arcelor-Mittal tetap menyatakan minatnya untuk berinvestasi di KS setelah sebelumnya gagal menguasai 40% saham perusahaan baja nasional itu.

Menteri Ekonomi dan Perdagangan Luar Negeri Luksemburg Jeannot Krecke melakukan lobi kepada pejabat Indonesia dan menyatakan Mittal merupakan perusahaan dengan reputasi bagus. Demikian dikatakan Jeannot Krecke seusai bertemu dengan Menteri Perindustrian (Menperin) Fahmi Idris di Gedung Depperin, Jakarta, Selasa (11/11).

Krecke mengaku akan berbicara dengan CEO ArcellorMittal,yakni Lakshmi Mittal, jika KS tetap ngotot melakukan IPO. "Ini merupakan langkah strategis yang akan memengaruhi langkah kami selanjutnya. Saya segera berbicara dengan Lakshmi Mittal sepulang dari Indonesia untuk membuat keputusan," kata Krecke.

Namun, Sofyan mengaku hingga sejauh ini Kementerian BUMN selaku kuasa pemegang saham belum mengetahui adanya lobi dari Menteri Luksemburg tersebut yang merencanakan Mittal kembali menawar saham KS. "Enggak ada (lobi), belum. Jadi sejauh ini tidak ada perubahan kebijakan. Untuk sekarang opsinya adalah IPO, tidak ada penjajakan itu (strategic sales)," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama KS Fazwar Bujang mengatakan ia tidak mengetahui rencana Mittal akan masuk lagi ke perusahaan yang dipimpinnya. Senada dengan Sofyan, Fazwar menjelaskan keputusan terakhir pemerintah adalah IPO, bukan strategic sale. "Jadi itu yang kita jalankan," katanya.  Terkait dengan realisasi IPO KS, Sofyan dan Fazwar sepaham bahwa akan dilakukan jika kondisi pasar saham membaik.

Dirjen Industri Logam, Mesin, Tekstil, dan Aneka (ILMTA) Departemen Perindustrian (Depperin) An.sari Bukhari mengiyakan adanya niat ArcellorMittal itu. "Pak Menteri bilang IPO (penawaran saham perdana) KS ditunda karena krisis ekonomi global ini. Namun, kemungkinan peluang kerja sama itu pasti ada dan tidak tertutup," ujar Ansari. Pertimbangan tersebut didasarkan atas perubahan situasi dulu dan sekarang, yang sudah jauh berbeda ketika harga saham mulai berjatuhan.

(Sumber: Media Indonesia)

 Dilihat : 2924 kali