12 November 2008
Mittal Tawarkan Lagi Kerja Sama dengan KS

JAKARTA - Setelah tawaran akuisisi PT Krakatau Steel melalui skema penjualan strategis (strategic sales) ditolak DPR, kini ArcelorMittal berupaya melanjutkan kembali penawaran kerja sama investasi bersama BUMN baja tersebut.

Keinginan dari perusahaan baja milik Lakshmi Mittal itu diungkapkan oleh Ministre de Economie et du Commerce exterieur Le Gouvernement Du Grand-Duche De Luksembourg Jeannot Krecke kepada Menteri Perindustrian Fahmi Idris, di Depperin, kemarin.

Krecke bertemu Menperin didampingi beberapa orang stafnya dan Duta Besar Luksemburg. "ArcelorMittal adalah perusahaan baja skala dunia milik Luxemburg yang saat ini mencari peluang investasidi Asia. Mereka (masih) tertarik bekerja sama di Indonesia. Saya rasa kami akan mendapatkan solusi agar rencana ini terwujud," kata Krecke seusai pertemuan tersebut.

Dia mengklaim selama ini investasi ArcelorMittal di salah satu negara terkecil di Eropa ini tidak pernah mengalami masalah. "Perlu Anda ketahui bahwa kami (Pemerintah Luksemburg) memiliki 3% saham Mittal dan semuanya baik-baik saja meskipun terjadi resesi ekonomi dunia. Kami rasa masyarakat Indonesia membutuhkan informasi yang komprehensif terhadap cara kerja perusahaan ini," lanjutnya.

Dia menyanggah pemberitaan yang sempat beredar bahwa ArcelorMittal mengalami keterpurukan akibat dilanda krisis ekonomi global sehingga beberapa anak perusahaannya di sejumlah negara ikut terguncang.

Menurut rencana, Krecke akan bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil, untuk memuluskan sejumlah rencana investasinya.

Dirjen Industri Logam Mesin Tekstil dan Aneka Depperin Ansari Bukhari mengatakan pada prinsipnya Menperin Fahmi Idris tetap mendukung masuknya investasi asing, terutama pendirian pabrik baru (greenfield), kerja sama patungan (joint venture), dan kerja sama melalui skema penjualan strategis (strategic sales/SS).

"Meskipun belum berbicara secara spesifik apakah Mittal akan beraliansi dengan KS atau tidak, peluang kerja sama itu masih tetap terbuka."

(Sumber: Bisnis Indonesia)

 Dilihat : 2799 kali