10 November 2008
Pabrik Baja Di Kalsel Segera Terealisasi

Jakarta - Meski diguncang krisis keuangan dunia, dua perusahaan baja nasional tetap optimis pembangunan pabrik baja di Kalimantan Selatan, diantaranya, PT Meratus Jaya Steel (perusahaan patungan antara PT Krakatau Steel dan PT Aneka Tambang Tbk) dan PT Semeru Surya Steel (Gunung Garuda Group) dapat terealisasi.

Direktur Utama PT Krakatau Steel (KS) Fazwar Bujang mengaku optimis pembangunan ini bisa terealisasi sesuai dengan jadwal. Ia juga tidak menampik adanya kendala dalam pembangunan pabrik baja di Kalsel. Misalnya, soal penyaluran kredit perbankan.

"Yang tadinya proses kredit bank bisa cepat cair, sekarang agak lama. Makanya harga baja jadi turun. Mungkin dua bulan nanti, kondisi pasar bisa membaik." ucapnya.

Menurutnya, pembangunan pabrik ini dijadwalkan selesai pada Mei 2010. Dan investasi yang ditanamkan untuk pembangunan pabrik rencananya sebesar 60 juta dolar AS. Sedangkan komposisi kepemilikan saham adalah 66 persen, dan itu masih bisa berubah.

"Pada intinya pembangunan Kalsel tetap berjalan. Apapun resikonya KS tetap optimis," kata Fazwar kepada Probisnis di Cilegon, Banten, baru-baru ini.

Selain itu, Fazwar juga meminta pemerintah menindak tegas para importir baja gelapyang selama ini kerap terjadi. "KS berharap pemerintah tidak hanya memproteksi industri baja nasional, tetapi industri dalam negeri harus juga dilindungi," pungkasnya.

Sementara itu, Dirjen Industri Logam Mesin Tekstil dan Aneka (ILMTA) Departemen Perindustrian, Anshari Bukhari mengatakan, pemerintah tetap memprioritaskan pabrik baja di Kalsel, ketimbang daerah lain. Sebab, provinsi itu dianggap memiliki sumber bijih besi dan bahan bakar untuk pengembangan industri baja.

Dia juga berharap jumlah pabrik baja di Indonesia terus bertambah seiring dengan meningkatnya permintaan baja nasional. "Banyak pabrik baja membuat investor tertarik menanam modalnya dalam sektor baja di Indonesia. Ini yang harus diperhatikan," jelas Ashari saat dihubungi di Jakarta, kemarin.

Selain perusahaan lokal, dua perusahan baja raksasa juga ikut tertarik dengan pembangunan tersebut. Diantaranya, Tata Steel Ltd (India) dan Mandan Steel (Tiongkok). "Dua perusahaan ini telah bertemu dengan Depperin untuk membahas pembangunan tersebut. Intinya mereka tertarik menanamkan modalnya di Kalsel," terangnya.

Ditanya berapa nilai investasi yang akan ditanam mereka. Anshari belum bisa menyebutkan berapa nilai investasinya. "Semua masih dalam pembahasan. Kita tunggu saja," kilahnya.

(Sumber: Rakyat Merdeka)

 Dilihat : 2938 kali