08 November 2008
KADI Selidiki Antidumping Impor Baja

JAKARTA - Komite Anti Dumping Indonesia (KADI) telah menyelidiki tiga negara yang diduga melakukan dumping terhadap produk baja lembaran atau hot rolled plate (HRP). Penyelidikan ini berdasar petisi dari PT Krakatau Steel (KS) (Persero) untuk melakukan penyelidikan anti dumping terhadap tiga negara, yakni Cina, Taiwan, dan Malaysia.

"KADI telah meneliti permohonan dan menemukan indikasi kuat adanya produk hot rolled plate (HRP) yang diimpor dari China, Taiwan dan Malaysia dengan harga dumping dan mengakibatkan kerugian bagi industri dalam negeri Indonesia yang memproduksi barang sejenis," ujar Ketua KADI Departemen Perdagangan (Depdag) RI, Halida Miljani, ditemui wartawan, di Jakarta, Jumat (7/11).

Halida menjelaskan, untuk sementara sampai saat ini sudah terdapat data awal, dan KADI sedang menyelidiki kebenaran tuduhan dumping dan klaim yang diajukan dari industri dalam negeri. "Kalau data yang disajikan dari industri sudah meyakinkan di dalam negeri disebutkan ada kerugian, maka KADI langsung menyelidikinya," tambahnya.

Penyelidikan tersebut berlangsung 5 November 2008. KADI telah memulai penyelidikan atas barang impor hot rolled plate (nomor HS 7208.40.00.00, 7208.51.00.00, 7208.52.00.00, 7208.53.00.00 dan 7208.54.00.00) dari Cina, Taiwan dan Malaysia.

Karena itu, pihaknya meminta kepada semua pihak, termasuk eksportir dan produsen ketiga negara, industri dalam negeri dan importir untuk memberikan tambahan informasi, tanggapan atau dengar pendapat terkait penyelidikan untuk menyampaikannya secara tertulis kepada KADI.

Seperti diketahui penerapan dumping baja akan menekan industri baja dalam negeri, karena harga baja impor akan lebih murah karena negara pengekspor menjualnya lebih mahal di dalam negerinya.

Data yang diterima KADI menyebutkan impor produk HRP di semua negara yang diimpor daii Indonesia, selama Januari-Juli 2008 (dalam tujuh bulan) meningkat 70 persen dibanding impor 2007 dengan periode yang sama, padahal peningkatan impor dari tahun 2006 ke tahun 2007 hanya 3,8 persen.

Sedang, negara Cina merupakan importir baja terbesar dari Indonesia dari rasio perkembangan impor per negara, dan berlangsung dalam tiga tahun terakhir. Persentase impor baja Cina tahun 2006 dari seluruh impor baja di dunia sebesar 37 persen; tahun 2007 meningkat menjadi 55,9 persen. Sedang selama Januari-Juli 2008, pangsa impor baja Cina sebanyak 57,9 persen.

(Sumber: Republika)

 Dilihat : 2927 kali