05 November 2008
2009, BEI Hanya Targetkan 15 IPO Saham

JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) hanya menargetkan 15 penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham tahun depan. Kondisi pasar yang belum kondusif menjadi salah satu pertimbangan otoritas bursa.

"Kami hanya menargetkan 15 IPO saham karena kondisi pasar tahun depan kemungkinan belum bergairah," kata Dirut BEI Erry Firmansyah usai rapat yang dihadiri seluruh komisaris BEI di Jakarta, Selasa (4/11).

Komisaris BEI Johnny Darmawan Danusasmita mengungkapkan, komisaris otoritas bursa telah menyetujui seluruh rencana anggaran dan target pencapaian BEI pada 2009. "Persetujuan diberikan dengan mempertimbangan kondisi pasar tahun depan," tuturnya.

Menurut Erry Firmansyah, revisi target IPO sesuai keputusan pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) beberapa waktu lalu. "Hasil revisi disesuaikan dengan kondisi pasar yang sedang berkembang," ucapnya.

Direksi BEI, kata Erry, telah melaporkan target-target itu kepada komisaris, sehingga tidak perlu menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) untuk meminta pengesahan rencana kerja anggaran tahunan (RKAT). Itu karena komisaris merupakan perwakilan pemegang saham. "Komisaris sudah setuju dan kami akan sampaikan kepada Bapepam besok," paparnya.

Erry Firmansyah mengakui, pihaknya belum membahas revisi target IPO tahun ini. Jajaran direksi akan menggelar rapat internal pekan ini untuk membicarakan lebih lanjut hal itu. Otoritas bursa pada awal 2008 menargetkan 30 emiten baru, sedangkan nilai obligasi korporasi ditargetkan mencapai Rp 40 triliun.

Erry Firmansyah pernah mengungkapkan, total emisi obligasi korporasi tahun ini kemungkinan hanya mencapai Rp 12 triliun. Sedangkan yang menggelar IPO saham diprediksi hanya 25 perusahaan.

Pada 2007, terdapat 61 perusahaan yang menggelar IPO, 23 perusahaan menerbitkan saham baru, dan 38 perusahaan menerbitkan obligasi dengan total nilai emisi Rp 47 triliun. Adapun pada 2006 hanya ada 12 emiten baru dan 14 emiten obligasi dengan total nilai emisi Rp 12,77 triliun.

Erry menambahkan, direksi BEI memperkirakan jumlah obligasi korporasi yang masuk bursa tahun depan mencapai Rp 13,5 triliun. Sedangkan transaksi harian di bursa diperkirakan berjumlah Rp 2,75 triliun. BEI juga menurunkan anggaran operasional dari perkiraan awal Rp 260 miliar menjadi Rp 228 miliar.

Sudah Pasti

Perusahaan yang telah mengumumkan akan menggelar IPO pada 2009 di antaranya PT Wahanaarta Harsaka, PT Nirwana Kharisma, dan PT Adirasa Selaras Abadi. Perusahaan-perusahaan itu semula berencana menggelar IPO tahun ini. Namun, karena kondisi pasar yang belum kondusif, ketiga perusahaan itu menunda go public sampai tahun depan.

Di sisi lain, tiga perusahaan BUMN yang telah mendapat izin pelaksanaan IPO juga berencana masuk bursa tahun depan. Ketiga BUMN tersebut adalah PT Krakatau Steel, PT Garuda Indonesia, dan PT Bank Tabungan Negara (BTN).

(Sumber: Investor Daily Indonesia)

 Dilihat : 3680 kali