04 November 2008
Baja Turun, Investor Asing Tetap Datang

DUA raksasa baja dunia, Tata Steel Ltd (India) dan Mandan Steel (Tiongkok), benar-benar serius mewujudkan rencananya membangun pabrik baja hulu terintegrasi di Kalimantan Selatan. Masing-masing akan membangun pabrik dengan nilai investasi USD 1 miliar (sekitar Rp 10 triliun).

"Manajemen Mandan Steel telah bertemu Depperin dua minggu lalu. Tata Steel juga akan ke sini untuk bertemu minggu depan," terang Dirjen Industri Logam Mesin Tekstil dan Aneka (ILMTA) Departemen Perindustrian Anshari Bukhari kemarin (3/11).

Dua perusahaan lain juga komitmen membangun pabrik baja di Kalsel yakni, PT Meratus Jaya Steel (perusahaan patungan antara PT Krakatau Steel dan PT Aneka Tambang Tbk) dan PT Semeru Surya Steel (Gunung Ganda Group).

Menurut Anshari, tren harga baja dunia cenderung menurun saat ini. Sempat meroket beberapa bulan lalu di atas USD 1.000 per ton, imbas melonjaknya harga komoditas dunia, kini harga baja di level USD 730 per ton.

Tapi, penurunan harga tidak menghambat rencana pembangunan pabrik baja di Kalimantan Selatan. Pabrik itu dijadwalkan terealisasi awal tahun depan atau paling lambat 2010. "Pembangunan kawasan baja terintegrasi tetap jalan sesuai rencana," ujarnya.

Mandan Steel adalah perusahaan afiliasi China Nickel Resources Holdings Co, Tiongkok. Investasi Mandan Steel akan dikucurkan bertahap selama lima tahun. Mandan Steel akan membangun megaproyek senilai USD I miliar berupa pabrik baja lapis nikel dengan total kapasitas 1 juta ton.

Perusahaan baja Tiongkok itu mengembangkan teknologi untuk meningkatkan kadar Fe (ferro) bijih besi di kawasan pertambangan Kalimantan Selatan. "Biaya riset untuk teknologi itu sekitar USD 40 juta." tegasnya.

Selain Mandan, tutur Anshari, Tata Steel juga serius mengkaji rencana membangun pabrik hulu baja terintegrasi di Kalimantan Selatan.

(Sumber: Indo Pos)

 Dilihat : 3091 kali