03 November 2008
Tata Steel Serius Garap Baja Hulu

JAKARTA - Tata Steel Ltd, produsen baja terbesar keenam di dunia, serius menjajaki kemungkinan membangun pabrik hulu baja terintegrasi di Kalimantan Selatan berkapasitas sekitar 1 juta ton besi kasar. Total investasi investor asal India itu diperkirakan mencapai US$1 miliar.

Dirjen Industri Logam Mesin Tekstil dan Aneka Departemen Perindustrian Ansari Bukhari menjelaskan keinginan Tata tersebut diutarakan langsung oleh Chief Excecutive South East Asia Tata Steel Project Indronil Singupta di Depperin baru-baru ini.

"Selanjutnya akan ada pertemuan pada minggu depan. Manajemen Tata Wilayah Asia Tenggara akan bertemu secara khusus dengan Gubernur Kalsel, para bupati, pemilik kuasa pertambangan bijih besi dan batu bara yang akan membicarakan niatnya menjajaki pembangunan pabrik hulu baja," katanya kepada Bisnis, pekan lalu.

Keinginan Tata membangun megaproyek di sektor hulu baja di Indonesia, ujarnya, tak pernah meredup kendati beberapa waktu lalu perseroan merasa sempat dibuat kecewa dengan sikap Indonesia. "Akhirnya belum lama ini Tata mengalihkan investasi yang seharusnya ke Indonesia menjadi ke Vietnam," katanya.

Berdasarkan penelusuran Bisnis, Tata Steel Ltd mulai menggarap pembangunan kompleks industri baja terintegrasi di Vietnam berkapasitas 4,5 juta ton di Provinsi Ha Tinh. Total investasi yang dikucurkan perusahaan baja India itu diproyeksikan mencapai di atas US$2 miliar.

Tata Steel telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Vietnam Steel Corporation (VSC) pada Mei 2008, termasuk nota kesepahaman mendirikan fasilitas cold rolling milb (CRM) di kompleks industri tersebut.

(Sumber: Bisnis Indonesia)

 Dilihat : 3615 kali