31 Oktober 2008
Mandan Steel Investasi US$40 Juta Untuk Riset

JAKARTA - PT Mandan Steel, perusahaan baja asal China, berhasil mengembangkan teknologi untuk meningkatkan kadar Fe (ferro) bijih besi di daerah pertambangan Kalimantan Selatan.

Teknologi tersebut dikembangkan Mandan Steel melalui sebuah riset yang memakan biaya sekitar US$40 juta.

"Manajemen Mandan Steel telah bertemu di Depperin dua pekan lalu. Mereka melaporkan tentang progres terbaru proyek pabrik hulu industri bajanya. Peningkatan kadar Fe itu diperoleh dari pasokan iron ore sebanyak 2 juta ton dari PT Yiwan Mining [perusahaan tambang bijih besi]," ujar Ansari Bukhari, Dirjen Industri Logam Mesin Tekstil dan Aneka Departemen Perindustrian, kemarin.

Ansari memaparkan riset tersebut merupakan proses praproduksi untuk mendukung megaproyek perseroan senilai US$1 miliar berupa pembangunan pabrik baja berlapis nikel dengan total kapasitas 1 juta ton.

Berdasarkan catatan Bisnis, Mandan Steel adalah perusahaan afiliasi dari China Nickel Resources Holdings Co. Investasi sebesar itu, katanya, akan dikucurkan perseroan secara bertahap selama 5 tahun.

Selain itu, dia memaparkan, penurunan harga baja dunia yang telah menembus US$730 per ton ternyata tidak menghambat pembangunan pabrik baja di Kalimantan Selatan yang akan dilakukan oleh tiga perusahaan, termasuk Mandan Steel.

Dua perusahaan lainnya adalah PT Meratus Jaya Steel (perusahaan patungan antara PT Krakatau Steel dan PT Aneka Tambang Tbk) dan PT Semeru Surya Steel (Gunung Garuda Group). Pembangunan pabrik baja ini, katanya, dijadwalkan akan terealisasi pada awal tahun atau selambat-lambatnya pada 2010. "Rencana investasi ketiga perusahaan ini tetap berjalan sesuai rencana," kata Ansari.

(Sumber: Bisnis Indonesia)

 Dilihat : 3789 kali