14 Oktober 2008
Industri Baja Hilir Butuh Tata Niaga Impor

Jakarta - Industri baja di sektor hilir sangat membutuhkan adanya tata niaga untuk mengatur masuknya produk baja impor agar tidak terpuruk menghadapi ancaman banjirnya produk serupa dari luar negeri.

Beberapa produk yang membutuhkan penerapan tata niaga tersebut antara lain paku, pipa, kawat dan seng. "Momentumnya sekarang, harus kongkrit tidak hanya bicara-bicara saja. Semakin cepat semakin baik untuk melindungi industri dalam negeri," kata Dirjen Industri Logam, Mesin, Tekstil dan Aneka, Anshari Bukhari, usai pelantikan pejabat eselon I, Departemen Perindustrian, di Jakarta, Senin.

Menurut Anshari, ada tiga altematif pengamanan pasar dalam negeri yaitu pengenaan anti dumping, safeguard serta tata niaga impor. "Anti dumping dan safeguard memerlukan proses lama,yang paling mudah seharusnya tata niaga, itu kan hanya butuh kebijakan Mendag (Mari Elka Pangestu) saja," ujarnya.

Anshari menambahkan desakan pengamanan pasar dalam negeri untuk produk hilir baja itu diajukan oleh asosiasi produsen baja kepada Depperin. "Itu susulan asosiasi minggu kemarin. Nanti kita akan koordinasi dengan Depdag mengenai hal itu," tuturnya.

Dia mencontohkan, kebijakan pemerintah Malaysia yang menerapkan kewajiban adanya izin masuk bagi beberapa produk impor yang dikhawatirkan mengganggu pasar produk lokal di dalam negeri.

Saat ini, lanjut Anshari, Pemerintah baru menerapkan bea masuk anti dumping pada baja canai panas (HRC). Anshari menambahkan indikasi peningkatan impor empat produk baja hilir seperti paku, seng, kawat, pipa sudah dirasakan dampak negatifnya oleh produsen lokal.

"Mereka (asosiasi) melihat perkembangan impor empat produk itumelonjak, bahkan industri paku beberapa sudah tutup, tidak berproduksi. Pemerintah diminta untuk ambil tindakan safeguard" jelasnya.

Sementara itu, Ketua III Bidang Industri Hilir Baja, Indonesian Iron and Steel Institute Association (IISIA) Ismail Mandry mengatakan resesi ekonomi global diperkirakan bakal menyebabkan banjirnya produk-produk hilir baja China yang dialihkan dari pasar AS.

Oleh karena itu, pihaknya mendesak pemerintah untuk mengambil langkah-langkah konkrit pengamanan pasar dalam negeri dari banjirnya impor produk serupa. "Ada sekitar 450 juta ton baja yang diproduksi China, kalau 10 juta ton saja masuk ke pasar lokal, habislah kita," ujarnya.

(Sumber: Harian Ekonomi Neraca)

 Dilihat : 3090 kali