08 Oktober 2008
IPO BUMN Ditunda Tahun Depan

JAKARTA - Memburuknya kondisi pasar modal mulai mengancam rencana privatisasi beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Pemerintah bahkan mempertimbangkan untuk menunda penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) PT Krakatau Steel (KS) dan PT Bank Tabungan Negara (BTN) hingga tahun depan.

"IPO BUMN harus dipikir ulang, jangan memaksakan diri melepas saham perdana saat kondisi pasar memburuk," kata Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil di Jakarta kemarin.

Sofyan mengungkapkan, pemerintah belum berani memastikan akan mampu merealisasikan IPO KS dan BTN dalam tiga bulan mendatang. "Belum ada harapan indeks harga saham gabungan (IHSG) rebound hingga akhir tahun ini, yang memungkinkan BUMN melakukan IPO," ujarnya.

Terkait ketidakpastian IPO BUMN tersebut.pemerintah akan menunda pengumuman calon-calon penjamin emisi (underwriter) yang sudah melakukan seleksi (beauty contest). "Beauty contest memang sudah dilakukan tetapi belum saya tunjuk, jangan sampai kita bayar tetapi realisasi IPO-nya tidak ada," paparnya.

Hal senada diungkapkan Sekretaris Kementerian Negara BUMN Said Didu, yang menyebut pelepasan saham perdana jangan dilakukan terburu-buru. "IPO BUMN tidak masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), jadi mau dilepas kapan saja nggak masalah," cetusnya.

Dia mengakui buruknya kondisi pasar modal menjadi alasan utama penundaan IPO beberapa BUMN. Sementara dari sisi internal, sebenarnya BUMN terkait sudah melakukan persiapan jauh hari sebelum DPR mengeluarkan izin.

Seperti diketahui, DPR telah memberikan izin terhadap rencana privatisasi KS, BTN, dan Garuda Indonesia pada September 2008. PT Waskita Karya dan PT Pembangunan Perumahan bahkan sudah mengantongi izin privatisasi sejak Juli 2008.

(Sumber: Harian Seputar Indonesia)

 Dilihat : 2899 kali