24 September 2008
Jika Pasar Pulih, KS Tetap IPO Tahun Ini

JAKARTA - Manjemen PT Krakatau Steel (KS) boleh sedikit berlega hati. Pasalnya, selama sepekan terakhir, kondisi bursa saham menunjukkan tanda-tanda kembali membaik.

Apalagi, Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Sofyan Djalil menegaskan, pemerintah tetap akan melepas saham Krakatau di kuartal IV-2008 jika kondisi pasar sudah membaik. "Kalau pasar sudah baik, Krakatau bisa IPO tahun ini," ujarnya kemarin (23/9).

Sekadar mengingatkan, sebelumnya, Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah menyetujui pelepasan saham tiga BUMN lewat mekanisme penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO). Mereka adalah Krakatau, PT Bank Tabungan Negara (BTN), dan PT Garuda Indonesia. Pemerintah mempersiapkan Krakatau untuk melantai di bursa pertama kali.

Namun, meskipun DPR telah memberi lampu hijau, pemerintah sempat berniat menunda IPO Krakatau, BTN, dan Garuda hingga kondisi pasar saham membaik. Nah, kini, Sofyan berharap, tren pemulihan bursa saham bisa bertahan hingga akhir tahun ini. Dengan begitu, Krakatau tetap bisa menggelar IPO tahun ini. "Semoga di triwulan IV nanti," imbuhnya.

Krakatau mematok perolehan dana IPO Rp 3 triliun - Rp 4 triliun. Sofyan bilang, dana ini akan memperkuat modal Krakatau. "Kalau ekuitas (modal) besar, kemampuan berutang juga jadi besar," tandasnya.

Maklum, Krakatau memang butuh dana investasi hingga Rp 16,4 triliun sampai 2012 nanti untuk mendukung rencana pengembangan usaha mereka. Menurut data yang diperoleh KONTAN, Krakatau akan mengandalkan berbagai sumber dana, seperti IPO, pinjaman, dan surplus dana operasional untuk membiayai rencana itu

Namun, hingga kini, pemerintah belum juga mengumumkan penjamin emisi alias underwriter IPO Krakatau. Sofyan berjanji akan menunjuk penjamin emisi itu jika kondisi pasar membaik. "Nanti, pokoknya, kami umumkan," tegasnya.

Sekedar informasi, manajemen Krakatau telah mengajukan tiga sekuritas kepada Kementerian BUMN sebagai calon penjamin emisi IPO. Mereka adalah Danareksa Sekuritas serta konsorsium Banana Securities dan Mandiri Sekuritas.

(Sumber: Harian Kontan)

 Dilihat : 3185 kali