22 September 2008
Pemerintah Minta KS Hitung Ulang Harga Baja Lokal

JAKARTA - Pemerintah meminta BUMN produsen baja. PT Krakatau Steel (KS), menghitung ulang harga baja untuk bahan baku tabung gas berukuran 3 kilogram bagi program konversi energi. Di sisi lain, pemerintah akan mengeluarkan keputusan untuk membatalkan eskalasi (kenaikan) harga tabung elpiji 3 kg sebesar 30% menyusul turunnya harga baja dunia.

Dirjen Industri Ijogam, Mesin, Tekstil, dan Aneka Departemen Perindustrian (Depperin) Ansari Bukhari menjelaskan, keputusan pembatalan eskalasi harga tabung gas itu diambil dalam rapat koordinasi antara Depperin dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Hasil penilaian BPKP menyatakan, harga baja dunia cenderung menurun, sehingga akan berdampak pada penurunan harga baja di dalam negeri. Atas dasar itu, BPKP meminta PT Krakatau Steel (persero) untuk memangkas harga bahan baku tabung baja.

"Itulah rekomendasi BPKP (kepada KS) atas permintaan Depperin. Saat ini tergantung KS apakah akan menetapkan harga baru (bahan baku tabung) karena harga baja dianggap masih tinggi atau justru akan menurunkan harga karena telah terjadi penurunan di pasar internasional," kata Ansari di Jakarta, akhir pekan lalu.

Berdasarkan data Midle Rast Steel, lembaga riset tentang baja-sampai dengan 19 September, harga baja canai panas (hot rolled coils/HRC) berketebalan di atas 2 mm (ukuran standar) berada di level USS 950 per ton. Harga itu cenderung menurun dibandingkan Agustus yang sempat menyentuh US$ 1.350-1.375 per ton.

Dengan kondisi tersebut, Ansari menjelaskan, pemerintah akan meminta KS untuk tidak menaikkan harga bahan baku tabung elpiji berupa baja SG 295. "Namun, kami belum bertemu dengan manajemen KS sehingga hal ini baru akan dibahas minggu depan," kata Ansari.

Dengan keputusan itu, menurut dia, rencana pemberian eskalasi harga tabung baja dipastikan batal dan kembali ke posisi awal atau sesuai dengan Kepmenperin No. 36/ 2008 yang mematok harga tabung baja ukuran 3 kg sebesar Rp 129.857 per unit. Dengan patokan tersebut, diharapkan harga bahan baku baja SG-295 tidak naik dari patokan awal yakni Rp 12.000 per kg. Direktur Pemasaran KS Irvan Kamal Hakim masih enggan berkomentar banyak terkait dengan desakan pemerintah agar KS menurunkan harga bahan baku tabung elpiji 3 kg. "Saya tidak mau komentar karena semuanya masih dihitung," katanya.

(Sumber: Investor Daily Indonesia)

 Dilihat : 3254 kali