19 September 2008
Tiga BUMN Strategis Diberi Izin untuk IPO

JAKARTA, KOMPAS - Komisi XI DPR mengizinkan pemerintah melepas sebagian dari sahamnya di tiga badan usaha milik negara strategis, yakni Bank Tabungan Negara, PT Krakatau Steel, dan PT Garuda Indonesia.

Pemerintah tidak memberi batasan waktu dalam menggunakan izin pelepasan saham ini karena penjualannya harus dilakukan pada saat yang paling tepat Dengan demikian, dapat menghasilkan penerimaan yang maksimal bagi ketiga perusahaan itu.

"Diputuskan bahwa metode yang digunakan dalam privatisasi ketiga BUMN ini adalah IPO (initial public offering/penawaran saham perdana di bursa efek)," ujar Waki Ketua Komisi XI DPR Asman Abnur saat membacakan keputusan Rapat Kerja Komisi XI DPR dengan Menteri Keuangan sekaligus Pelaksana Jabatan Menko Perekonomian Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Negara BUMN Sofyan A Djalil di Jakarta, Kamis (18/9).

Dalam rapat tersebut diputuskan, DPR mengizinkan jumlah saham Garuda yang ditawarkan dalam IPO maksimal 40 persen. Sisa saham pemerintah di Garuda sebanyak 95,44 persen. Adapun, total saham yang ditawarkan dalam IPO BTN dan Krakatau Steel masing-masing diputuskan sebanyak 30 persen saham baru.

Dana yang diserap dari proses IPO ini seluruhnya akan digunakan untuk ketiga perusahaan tersebut Sebelumnya, pemerintah kerap mensyaratkan adanya setoran ke APBN dari hasil privatisasi ini. Akibatnya, banyaknya BUMN yang tidak bisa mengembangkan bisnisnya.

Sri Mulyani Indrawati menyebutkan, hasil IPO harus digunakan untuk pengembangan usaha. Pada kasus Garuda Indonesia, apabila saham yang ditawarkan mencapai 30 persen, dana yang diharapkan dapat diperoleh mencapai Rp 4,2 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk dua keperluan.  Pertama, membayar utang senilai Rp 2,5 triliun atau 270 juta dollar AS. Kedua, menambah armada pesawat sebesar Rp 1,7 triliun. IPO Garuda diharapkan bisa dilakukan pada tahun 2009.

Sementara IPO BTN diharapkan bisa menyerap dana Rp 1,5 triliun-Rp 2 triliun, yang diharapkan bisa dilakukan pada triwulan IV-2008. Adapun PT Krakatau Steel diharapkan bisa menyerap dana senilai Rp 3,2 triliun dari hasil IPO.

"IPO adalah metode privatisasi yang paling baik karena paling transparan," ujar Sri Mulyani.

(Sumber: Kompas)

 Dilihat : 3150 kali