16 September 2008
Harga Baja Mulai Menurun Hingga 30%

JAKARTA - Harga baja di pasar domestik mulai menurun hingga 30% sejak pekan kedua September 2008. Penu­runan harga minyak dunia yang berada di bawah USS 100 per barel dan sentimen libur Lebaran memangkas permintaan baja di pasar lokal.

Direktur Eksekutif Asosiasi Industri Baja Indonesia (the Indonesian Iron and Steel Industry Association/IISIA) Hidayat Triseputro menerangkan, sejak minggu pertama September 2008 produsen baja lokal menahan produksi karena permintaan sedang lesu. "Mulai minggu kedua September, permintaan baja lokal memasuki low sesion" papar­nya di Jakarta, Senin (15/9).

Penurunan permintaan baj­a di pasar lokal, lanjut dia, disebabkan penghentian proyek-proyek infrastruktur menjelang libur Lebaran. "Saat ini bisnis baja di dalam negeri tidak bergerak, konsumen menunda pembelian sehingga harga justru terdorong ke bawah," tuturnya.

Tren kelesuan permintaan baja lokal ini, kata Hidayat, dikhawatirkan akan terus terjadi sampai Natal. Sebab, antara libur Lebaran dan Natal tidak terpaut jauh. Namun, produsen baja domestik masih berharap setelah Lebaran pasar akan kembali normal. "Sementara ini kami diam saja terlebih dahulu. Karena, transaksi anjlok banget" paparnya.

Jika produsen memaksakan produksi, dia menilai, akan terjadi kelebihan pasokan (oversupply)baja. "Strateginya hanya dua, yakni ekspor atau tahan produksi," ucapnya.

Seorang sumber Investor Daily di jajaran pemerintahan menjelaskan, dalam sebulan terakhir harga baja kasar (scrab) telah merosot 30% dari Rp 5.500 per kg menjadi Rp 3.500 per kg. Penurunan harga itu dipengaruhi pelemahan harga minyak di pasar dunia. Selain itu, setelah pelaksana­n Olimpiade Beijing 2008. produk baja Tiongkok mulai menyerbu pasar dalam negeri. "Ini lebih cepat dari perkiraan. Kami memprediksi, setelah Olimpiade Beijing, produk baja Tiongkok akan masuk ke RI dalam 2-3 bulan, tapi kenyataannya sekarang pun sudah masuk," tuturnya.

Sementara itu di pasar internasional, harga baja canai panas (hot rolled coils/HRC) yang dijadikan patokan umum merosot 22% dalam sebulan terakhir, dari US$ 1.100/ton menjadi US$ 900/ ton. Data Midle East Steel yang diperoleh Investor Daily menyebutkan, di Tiongkok, harga baja canai dingin (cold rolled coils/CRC) pada September diperdagangkan USS 1.050/ton, turun dibandingkan bulan sebelumnya USS 1.200/ton.

(Sumber: Investor Daily Indonesia)

 Dilihat : 3197 kali