15 September 2008
Seleksi Underwriter IPO BUMN Dihentikan

JAKARTA - Kementerian BUMN akan menghentikan sementara seleksi penjamin pelaksana emisi (lead underwriter) penawaran umum perdana (initial public offering/ IPO) saham lima BUMN.

Keputusan itu diambil sejalan dengan ditundanya jadwal IPO lima BUMN akibat memburuknya kondisi pasar modal. Semula, lima BUMN yang terdiri atas PT Krakatau Steel (KS), PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III, PTPN IV, PTPN VII, dan PT Bank Tabungan Negara (BTN) berencana go public akhir tahun ini, kemudian rencana itu ditunda hingga tahun depan.

"Kalau tunda, ya jangan ditunjuk dulu underwriter-nya. Oke, kami setop dulu prosesnya, karena belum satu pun underwriter yang ditunjuk, tapi tender-tender sudah mereka lakukan," ujar Menneg BUMN Sofyan Djalil di Jakarta, akhir pekan lalu.

Menurut dia, Kementerian BUMN telah mengantungi hasil beauty contest tenaga penunjang IPO lima BUMN yang akan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), mulai underwriter, lawyer, konsultan hukum, penasihat keuangan, sampai public relations (PR).

"Hasilnya sudah ada, tinggal diumumkan ke publik. Pada prinsipnya saya akan panggil semua, akan kami bicarakan bahwa IPO ditunda sampai pasar bagus," tuturnya.

Menneg BUMN menambahkan, penunjukan underwriter baru akan dilakukan jika ada kebutuhan mendesak. "Syaratnya, undewriter tersebut akan bekerja pelan-pelan, sehingga begitu sudah siap dapat langsung go public," katanya.

Sofyan Djalil menargetkan, persetujuan IPO dari DPR diperoleh dalam rapat kerja dengan parlemen. Selasa (16/9). Kementerian BUMN semula berencana mengumumkan penunjukan lead underwriter IPO saham KS, BTN, PTPN III, PTPN IV, dan PTPN VII, pekaii ini. Melalui IPO sahamtersebut, kelima BUMN menargetkan perolehan dana segar lebih dari Rp 10 triliun.

BTN diperkirakan melepas 30-35% sahamnya kepada publik dengan target dana Rp 2 tribun, sedangkan KS diperkirakan melepas 40% saham senilai Rp 5 triliun. Adapun PTPN III, IV. dan VII diperkirakan masing-masing melepas 20-40% saham kepada publik dengan target dana Rp 1,2 triliun hingga Rp 2 triliun.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Investor Daily, dua konsorsium telah masuk short list untuk menangani BPO KS. Konsorsium pertama adalah PT Danareksa, sedangkan konsorsium kedua merupakan gabungan PT Banana Securities dan PT Mandiri Sekuritas.

Danareksa disebut-sebut bakal menggandeng Credit Suisse. Adapun Bahana dan Mandiri akan bermitra dengan UBS. Konsorsium Bahana lebih difavoritkan karena direktur keuangan KS Sukandar pernah bekerja di Bahana.

Pemerintah memutuskan untuk menunda IPO saham KS, PTPN III, PTPN IV, PTPN VII, dan BTN, menyusul terus memburuknya kondisi pasar modal akibat terimbas pasar global.

Menurut Menneg BUMN, penundaan itu juga tak terlepas dari lambatnya keputusan dari DPR dan menurunnya harga komoditas, sehingga dikhawatirkan memengaruhi target dana hasil IPO.

"Seandainya sudah dapat izin Juli lalu dan langsung melakukan IPO, itu hasilnya bisa bagus. Sekarang, harga komoditas sedang turun, akibatnya harga saham juga turun ditambah kondisi pasar dan keuangan global yang sangat tidak pasti," paparnya.

Meski menunda IPO, pemerintah tetap akan mengusahakan perizinan IPO dari DPR keluar tahun ini. Dengan demikian, bila kondisi pasar sudah pulih dapat langsung dilakukan IPO tanpa terhambat perizinan.

(Sumber: Investor Daily Indonesia)

 Dilihat : 2788 kali