12 September 2008
IPO BUMN Bisa Mundur Tahun Depan Jika Bursa Makin Buruk

JAKARTA - Sinyal penundaan pelaksanaan penawaran umum saham perdana ke publik atau initial public offering (IPO) lima perusahaan milik negara (BUMN) semakin menguat. Pasalnya, kondisi bursa saham menjelang akhir tahun ini terus memburuk. Melihat kondisi ini, tampaknya, program rutin divestasi BUMN baru bisa terealisasi pada tahun depan.

Said Didu, Sekretaris Kementerian Negara BUMN, menyatakan, waktu pelaksanaan IPO sangat bergantung pada kondisi bursa saham. Sebab, BUMN hanya akan melepaskan sahamnya jika permintaan pasar atas saham itu menghasilkan dana yang optimal. "Kalau masih buruk, ya, tidak akan IPO," katanya di Jakarta, kemarin (11/9).

Said mengungkapkan hal itu setelah melihat kondisi pasar saham yang kian terpuruk. Kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia kembali terperosok 0,79% menjadi 1.870. Ini adalah IHSG yang terendah sejak April 2007. Bahkan, dua hari lalu, IHSG anjlok 3,7%. Padahal, seminggu lalu, indeks masih berada di kisaran 2.000.

Sementara, lima perusahaan pelat merah, yaitu PT Krakatau Steel, PT Bank Tabungan Negara (BTN), PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III, PTPN IV, dan PTPN VII, telah merampungkan proses seleksi lembaga penunjang IPO, termasuk penjamin pelaksana emisi. Saat ini, lima BUMN itu menanti persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) agar bisa masuk bursa pada akhir tahun ini. Direktur Utama Krakatau Fazwar Bujang pernah menargetkan bisa menggelar IPO pada akhir bulan November mendatang.

Namun, Said bilang, pelaksanaan IPO Krakatau akan bergantung pada kondisi pasar. Hal ini juga berlaku untuk empat perusahaan lain. Ia mengingatkan, pemerintah juga pernah menunda divestasi BUMN lantaran kondisi pasar tak mendukung. Pemerintah juga tidak khawatir jika divestasi BUMN tak bisa terlaksana hingga tahun depan. Sebab, Kementerian BUMN tak akan menyetorkan dana divestasi itu ke Anggaran Pendapatan dan Belanja negara (APBN) 2008. "Jadi, bisa menghasilkan yang optimal buat perusahaan. Coba, kalau dikaitkan dengan APBN, kan, harus IPO tahun ini," ujar Said.

Dia berharap, rencana ekspansi para BUMN itu tak terhambat meski, mungkin, IPO tak terlaksana tahun ini. "IPO hanya jalan memperoleh dana dengan harga murah," tukas Said. Para BUMN itu masih bisa mencari dana eksternal untuk membiayai ekspansi mereka.

Asal tahu saja, Krakatau berniat memakai dana IPO untuk membiayai pembangunan pabrik plat baja di Cilegon, Banten. Adapun BTN akan menggenjot penyaluran kredit mereka. Sedangkan tiga PTN itu berencana memakai dana IPO untuk perluasan lahan mereka

Johannes Sitepu, Direktur Keuangan PTPN 111, tidak mempersoalkan seandainya pelaksanaan IPO tertunda menjadi tahun depan. "Yang penting, izin DPR dulu. Jika sudah, kami bisa IPO kapan saja," ujarnya kepada KONTAN, kemarin.

(Sumber: Harian Kontan)

 Dilihat : 2930 kali