01 November 2007
Cina Perkuat Produksi Baja BEIJING

hal tersebut dinyatakan Luo Bingsheng, wakil pimpinan eksekutif Asosiasi Besi dan Baja Cina, Rabu (31/10). Luo mengatakan hal itu pada konferensi industri di Dahlian, Cina, bahwa produksi baja negara itu pada sembilan bulan pertama tahun ini mencapai 360 juta ton. Ia menambahkan, produksi bijih besi domestik'untuk 2007 diperkirakan bisa mencapai 800 juta ton.

Sementara itu Baoshan Iron & Steel Co Ltd (Baosteel), industri pembuat baja terbesar negara itu mengatakan, pada kuartal ke tiga tahun ini, keuntungan bersih industri baja tersebut turun 49,7 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Dengan demikian, keuntungan bersih itu menjadi 2,39 miliar yuan. Hal itu terutama dikarenakan penurunan tajam dalam harga baja stainless, dengan biaya yang juga melampaui pertumbuhan pendapatan.
Dalam pernyataan yang disampaikan kepada Shanghai Stock Exchange disebutkan, Baoshan menyatakan, pendapatan operasional mereka naik 15,6 persen, menjadi 50,12 miliar yuan, sementara biaya operasional mencapai 47,1 miliar yuan atau naik 28,1 persen.
Biaya penjualan jumlahnya mencapai 522,5 juta yuan atau turun 3,7 persen di banding setahun lalu, sedangkan biaya adiministrasl mening
kat 12,3 persen menjadi 1,27 miliar yuan pada kuartal ketiga.
Perusahaan itu juga mengatakan pendapatan baja stainless turun dengan 2,1 miliar yuan di banding setahun sebelumnya, tanpa memberikan angka-angka absolut. Bagian dari penjualan menurun, sedangkan biaya meningkat dengan tingginya harga nikel.
Bao steel mengatakan, harga baja karbon menurun tipis bersamaan dengan meningkatnya biaya transportasi dan juga bahan baku. Sementara ' itu pendapatan per saham tetap pada 0,14 yuan pada kuartal ke tiga di banding 0,27 yuan setahun sebelumnya.
Selama sembilan bulan pertama, perusahaan itu melaporkan pendapatan operasional 144,2 miliar yuan ataunaik 23,8 persen dibanding setahun se
belumnya, dengan keuntungan bersih naik menjadi 10,55 miliar yuan dari setahun sebelumnya 9,27 miliar yuan.
Pertengahan tahun ini empat pabrik raksasa baja Cina bersatu membentuk perusahaan investasi patungan untuk melakukan eksplorasi di luar negeri. Perusahaan hasil gabungan Baosteel, Wuhan Iron, Street Grup Corp dan Anshan Iron itu dibentuk guna menghindari manipulasi harga bijih besi.

Kabar pembentukan perusahaan investasi gabungan empat pabrik baja itu diungkapkan media pemerintah, Kamis (24/5) kemarin. Baosteel pa
brik baja terbesar di Cina, akan mengendalikan 20 persen saham di perusahaan patungan itu. Sedangkan, Wuhan Iron dan Steel Group Corp yang berbasis di Provinsi Hubei, menguasai 50 persen saham, sementara 30 persen sisanyaakan dibagi rata.
ap/ant

Sumber : Republika, Page : 15 

 

 Dilihat : 4388 kali