10 September 2008
Panja DPR Setuju, KS Bisa IPO Maksimal 30% Saham Tahun Ini

JAKARTA - Nasib rencana divestasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tahun ini mulai menemui titik terang. Kemarin, Rapat Panitia Kerja (Panja) Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sudah menyetujui penjualan saham PT Krakatau Steel (KS) melalui penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO). Sedangkan keinginan IPO PT Bank Tabungan Negara (BTN) masih harus menanti pembahasan lebih lanjut di parlemen.

"Kami meminta Krakatau Steel melepas sahamnya maksimal 30%," ujar Ketua Komisi VI DPR Totok Daryanto, seusai rapat divestasi BUMN di Jakarta, kemarin (9/9). Namun, pendapat berbeda diungkapkan anggota Komisi VI DPR Hasto Kristiyanto. Dia menginginkan penjualan saham Krakatau dilakukan secara bertahap. "Kami ingin 10% dulu sambil melihat perkembangan pasar," imbuhnya.

Yang jelas, Panja tersebut masih akan melaporkan hasil rapat mereka ke Komisi VI dan Komisi XI DPR. Setelah mendapat persetujuan kedua Komisi itu, mereka akan meneruskan hasilnya ke pimpinan DPR. "Prosesnya akan secepat-cepatnya. Tinggal diputuskan dalam rapat internal," ujar Totok.

Direktur Utama Krakatau Fazwar Bujang menyambut keputusan itu dengan gembira. Maklum, hingga kini, proses persiapan IPO perusahaan baja terbesar di Indonesia ini sudah hampir rampung. Manajemen Krakatau sudah menyelesaikan proses seleksi lembaga penunjang IPO, termasuk penjamin emisi, dan menyerahkan hasilnya kepada Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil.

Seperti diberitakan KONTAN sebelumnya, manajemen Krakatau menyodorkan tiga kandidat penjamin emisi IPO. Mereka adalah PT Danareksa Sekuritas, PT Banana Securities, dan PT Mandiri Sekuritas. Fazwar berharap, Menteri BUMN sudah bisa mengumumkan penjamin emisi IPO dalam dua pekan mendatang. Termasuk izin DPR (keluar dalam jangka waktu itu)," imbuhnya. Ia optimistis, IPO bisa terlaksana pada akhir tahun ini. "Saya berharap sebelum akhir November kami bisa IPO," tegas Fazwar.

Meskipun kondisi bursa saham sedang memburuk, lanjut dia, Krakatau tidak berniat mengubah jadwal dan target dana hasil IPO. Sebelumnya, Fazwar pernah bilang, perusahaannya menargetkan bisa meraup Rp 3 trilin-Rp 4 triliun.

Sayangnya, Panja Komisi XI DPR belum membahas IPO BTN. "Kami harus menunggu Panja Komisi XI membahas mengenai metode, target, dan tujuan IPO BTN," ujar Direktur Utama BTN Iqbal Latanro, kemarin. Padahal, bank plat merah itu berharap bisa melangsungkan IPO tahun ini dengan melepas 30% hingga 35% saham ke publik. Lewat hajatan ini, BTN menargetkan bisa meraup dana sebesar Rp 2 triliun.

Pasalnya, kata Iqbal, perusahaan membutuhkan dana tahun ini untuk pengembangan usaha. Dia menambahkan, dividen BTN tahun lalu yang tidak ditarik pemerintah masih belum cukup membiayai ekspansi penyaluran kredit BTN. "Dana IPO adalah jalan terbaik menaikkan kapasitas kredit," ujarnya.

(Sumber: Harian Kontan)

 Dilihat : 2723 kali