09 September 2008
IPO Krakatau Steel Disetujui DPR

JAKARTA - Rencana penawaran saham perdana (initial public offering/ IPO) PT Krakatau Steel dipastikan segera terealisasi setelah Panitia Kerja (Panja) Privatisasi DPR menyetujui aksi korporasi itu.

Danareksa Sekuritas berpeluang menangani penawaran saham perdana KS mengingat perusahaan tersebut menawarkan fee paling murah. Namun, pemerintah masih mengalkulasi poin penilaian yang lain mengingat kemampuan daya serap (stand by buyer) juga menjadi pertimbangan.

Ketua Komisi VI DPR yang juga menjadi salah satu anggota Panja Privatisasi Totok Daryanto mengatakan sudah ada keputusan di level Panja untuk menyetujui IPO KS. Selanjutnya, keputusan itu akan disampaikan kepada pemerintah dan pimpinan DPR.

"Dipastikan KS bisa segera IPO, karena kami di DPR tidak menghendaki adanya strategic sale [penjualan strategis]. Selain itu, kami juga ingin agar KS bisa menguasai pasar baja dalam negeri," katanya kepada Bisnis kemarin.  Menurutnya, Panja Privatisasi telah bertemu dengan berbagai pihak, seperti halnya KS dan pemerintah yang terkait dengan aksi korporasi itu.

Komisaris KS Alexander Rusli mengatakan perseroan sudah siap untuk menggelar IPO jika DPR telah memberikan restunya. "Kalau DPR sudah memberikan restu untuk IPO, kami segera melaksanakannya," ujarnya.

Sumber Bisnis mengatakan terjadi persaingan fee yang ketat antarperusahaan sekuritas untuk memperebutkan IPO KS. "Bahkan terjadi praktik saling membanting fee."

Menurut Alex, sejauh ini Danareksa memang menawarkan fee paling murah sebagai underwriter. Namun, pihaknya akan melihat secara kemampuan dari perusahaan sekuritas itu secara keseluruhan agar pelaksanaan IPO bisa berjalan. "Tidak hanya masalah fee yang kami pertimbangan, tetapi juga komitmen dari perusahaan yang bersangkutan untuk menyerap secara penuh jika tidak laku di pasar. Kami masih mempertimbangkan siapa perusahaan yang kami tunjuk sebagai underwriter," tuturnya.

Dalam IPO yang akan digelar, perseroan menargetkan bisa meraup dana sebesar Rp5 triliun. Sejauh ini terdapat tiga perusahaan sekuritas yang lolos seleksi, yaitu PT Danareksa Securities, PT Banana Sekuritas, dan Mandiri Sekuritas.

Namun, pelaksanaan IPO PT Perkebunan Nusantara III, IV, dan VII belum bisa digelar pada tahun ini, karena Panja menilai masih banyak persoalan internal yang harus diselesaikan, baik oleh perseroan maupun pemerintah.

Totok mengatakan rencana IPO PTPN III, IV, dan VII kemungkinan be-sarbelum mendapat restu DPR dalam waktu dekat ini. Pasalnya, pemerintah dan perusahaan yang bersangkutan belum menyampaikan secara rinci rencana pengembangan bisnis ke depan. "Seperti halnya pembentukan holding perkebunan, kami masih butuh penjelasan mengenai rencana tersebut. Selain itu, kamijuga melihat ada banyak persoalan dalam internal perseroan."

DPR kemungkinan hanya mengizinkan pelepasan saham KS ke pasar maksimal 30%. Menurut Totok, jumlah itu didasarkan pada kebutuhan dana dan mempertimbangkan saham pemerintah di perusahaan baja itu.

Sumber Bisnis menambahkan manajemen PTPN IV telah mengajukan enam perusahaan sekuritas dalam daftar pendek (shortlisted). "Ada enam yang lolos, yaitu Banana Securities, Danareksa Sekuritas, Mandiri Sekuritas, CIMB GKSecurities, UBS Securities Indonesia, dan CLSA." Semula, terdapat sembilan sekuritas bersaing menangani IPO PTPN IV. Tiga sekuritas lainnya adalah Macquarie, DBS, dan Indo Premier Securities.

Terkait dengan PTPN IV, Alexader Rusli yangjuga menjabat sebagai Staf Ahli Kementerian BUMN tidak berkomentar. "Semuanya sudah memasukkan nama-nama perusahaan yang bisa ditunjuk sebagai underwriter. Namun, sejauh ini belum ada keputusan.

(Sumber: Bisnis Indonesia)

 Dilihat : 2843 kali