08 September 2008
Krakatau Steel Sudah Tunjuk Lembaga Penunjang

JAKARTA - PT Krakatau Steel (Persero) sudah menunjuk lembaga penunjang untuk penawaran umum perdana sahamnya (IPO). Hasil proses penyiapan lembaga penunjang ini bahkan sudah diserahkan kepada Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Sofyan Djalil. "Direksi Krakatau Steel sudah menyerahkan hasil beauty contest-nya," kata Menteri Sofyan di Jakarta pekan lalu.

Hasil seleksi lembaga yang dilakukan Krakatau Steel meliputi penjaminemisi, kuasa hukum, penasihat keuangan, penasihat hukum, hubungan masyarakat, penilai, dan administrasi persiapan IPO. Untuk penjamin emisi, Krakatau mengajukan tiga lembaga yang diseleksi dari 15 lembaga yang mengikuti lelang. Tentang nama tiga lembaga yang sudah ditunjuk itu, Menteri Sofyan belum bersedia menyebutkannya sekarang. "Mungkin minggu depan setelah selesai semuanya," katanya. Begitu juga Direktur Pemasaran PT Krakatau Steel Irvan Kamal Hakim. "Saya tidak boleh komentar lagi karena itu haknya Menteri Negara BUMN sekarang," kata Irvan di Jakarta kemarin.

Menurut Irvan, sejak hasil seleksi lembaga penunjang untuk IPO diserahkan kepada Menteri Negara BUMN pada Jumat pekan lalu, hak untuk berbicara tentang proses penawaran perdana saham ada di tangan menteri. Pihaknya kini hanya menunggu proses selanjutnya.

Namun, seorang sumber Tempo di Kementerian Negara BUMN mengatakan tiga calon penjamin emisi yang diserahkan Krakatau Steel akan dipilih lagi satu perusahaan sebagai lead. "Tiga perusahaan itu adalah PT Bahana Securities, PT Danareksa Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas," kata sumber tersebut.

Dengan selesainya proses seleksi lembaga penunjang penawaran umum perdana saham, Krakatau Steel menjadi BUMN pertama dari lima perusahaan yang akan melakukan EPO. Empat perusahaan lain yang masih menyeleksi calonlembaga penunjangnya adalah PT Bank Tabungan Negara, PT Perkebunan Nusantara ni, PT Perkebunan Nusantara IV, dan PT Perkebunan Nusantara VH. Sampai saat ini Krakatau Steel dan beberapa perusahaan BUMN lainnya sedang menunggu persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat untuk melepas sahamnya. Saham ini akan dilepas ke publik melalui mekanisme penawaran umum perdana saham ataupun penjualan ke mitra strategis.

(Sumber: Koran Tempo)

 Dilihat : 3323 kali