01 September 2008
Dua Konsorsium Bersaing Jadi Underwriter IPO KS

JAKARTA - Proses persiapan divestasi PT Krakatau Steel (KS) melalui penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) sudah mendekati babak akhir. Produsen baja terbesar di tanah air ini telah merampungkan proses seleksi penjamin pelaksana emisi atau underwriter IPO. Jadi, pelaksanaan hajatan ini tinggal menunggu pemilihan underwriter oleh Menteri Negara BUMN Sofyjfn Djalil dan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Menurut Raden Gunawan, Sekretaris Perusahaan Krakatau, perusahaannya telah memilih dua konsorsium yang terdiri atas tiga perusahaan sekuritas sebagai calon penjamin emisi. Calon itu adalah Konsorsium Danareksa Sekuritas dan Konsorsium Bahana Securities bersama Mandiri Sekuritas. "Kami  mengajukan dua konsorsium ini ke Menteri Senin besok (hari ini)," kata Raden kepada KONTAN, kemarin.

Selanjutnya, Menteri Negara BUMN akan memilih satu konsorsium yang akan jadi lead underwriter IPO Krakatau. Penjamin emisi yang terpilih akanbekerjasama dengan Krakatau untuk memilih penjamin emisi asing sekaligus agen menjual internasional atau International Selling Agent (ISA). "Mereka akan membentuk konsorsium dengan underwriter asing," ujar Raden.

Manager Corporate Communication Bahana Group, I Gede Suhendra mengakui, Krakatau telah memberitahukan pemilihan Bahana sebagai salah satu calon underwriter IPO. "Pemberitahuannya minggu lalu," katanya, kemarin. Sedangkan Vice President Investment Banking Danareksa Marciano juga menyatakan, Danareksa memang mengikuti seleksi penjamin emisi Krakatau.

Seperti kita ketahui, IPO Krakatau masuk dalam program divestasi BUMN melalui IPO pada tahun ini. Selain itu, pemerintah mempersiapkan IPO tiga PT Perkebunan Nusantara (PTPN), yaitu PTPN ID, PTPN IV, dan PTPN VTI. Meski belum menentukan jumlah saham yang bakal dilepas, manajemen Krakatau menargetkan bisa meraup dana Rp 3 triliun-Rp 4 triliun lewat IPO tersebut.

Direktur Utama Krakatau Fazwar Bujang pernah bilang, Krakatau berharap, IPO bisa terlaksana pada November mendatang. Adapun Wakil Ketua Komisi VI DPR Muhidin M. Said menyatakan, DPR telah menyetujui IPO Krakatau. "Tapi, belum disampaikan secara formal. Sekarang, tinggal bagaimana persiapan teknis mereka," imbuhnya.

Underwriter IPO PTPN VII

Selain Krakatau, Sekretaris BUMN Said Didu menyatakan, tiga PTPN yang berencana masuk bursa tahun ini juga telah mengajukan calon penjamin IPO kepada Kementerian BUMN. "Mereka adalah PTPN III, IV, dan VII," katanya.

Beberapa hari lalu, Direktur Keuangan PTPN VII Boyke Budiono mengatakan hal yang sama. Menurutnya, PTPN VII telah melaporkan penunjukan Danareksa sebagai calon penjamin emisi IPO kepada Kementerian BUMN. Danareksamenyisihkan calon lainnya, yaitu Mandiri Sekuritas, Bahana, dan Danatama Makmur. Rencananya, PTPN VII akan melepas sekitar 30% saham ke publik dengan target perolehan dana maksimal Rp 1,5 triliun. Namun, Kementerian BUMN belum bisa menunjuk underwriter IPO lantaran masih menanti izin divestasi BUMN itu dari DPR.

Marciano berharap, pemerintah melepas saham Krakatau dan tiga PTPN tersebut secara terencana. Sebab, penjamin emisi akan kesulitan jika IPO tiga BUMN tersebut dilaksanakan bersamaan. "Pemerintah juga harus memperhatikan kondisi pasar, kesiapan perusahaan, dan urgensi kebutuhan dana dari keempat perusahaan itu," ujarnya.

Dia juga bilang, sejatinya, pemerintah bisa membentuk konsorsium underwriter untuk menangani IPO keempat BUMN itu. "Siapa yang nanti IPO duluan akan ditentukan oleh konsorsium itu," ujar Marciano. Sedangkan Kepala Riset Saryaya Permana Sekuritas Danny Eugene menilai, waktu pelaksanaan IPO Krakatau tak akan terlalu mempengaruhi minat investor. "Karena minatnya besar," imbuhnya. Ia menyarankan Krakatau melepas sekitar 20%-30% saham.

(Sumber: Harian Kontan)

 Dilihat : 3473 kali