26 Agustus 2008
9 Sekuritas Berebut Underwriter IPO Krakatau Steel

JAKARTA - Sedikitnya sembilan perusahaan sekuritas bersaing untuk menangani penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) PT Krakatau Steel.

Seorang eksekutif yang terlibat dalam transaksi ini mengatakan terdapat sejumlah perusahaan sekuritas yang menjalin aliansi yaitu PT Bahana Securities dengan PT Mandiri Sekuritas, Citigroup dengan PT Indo Premier Securities. Selain itu, terdapat Credit Suisse, PT DBS Securities Indonesia, CLSA, CIMB GK Securities Indonesia, dan PT Danareksa Sekuritas.  "Rencananya penetapan nama underwriter bisa dilaksanakan bulan depan dan kemudian nama perusahaan sekuritas yang memiliki skor tertinggi dibawa ke Kementerian BUMN untuk dimintakan persetujuan," ujarnya pekan lalu.

Dalam IPO yang diharapkan bisa terlaksana semester 11/ 2008, KS menargetkan perolehan dana sebesar Rp3 triliun-Rp4 triliun. Dana yang diperoleh itu akan menutup sebagian dari total kebutuhan sebesar US$1,5 miliar dalam lima tahun ke depan.

Dana yang dibutuhkan sebagian besar akan dialokasikan untuk revitalisasi, serta modernisasi pabrik pengolahan baja. Selain itu perseroan juga akanmembangun pabrik baru untuk pengolahan komoditas tersebut.

Direktur KS Irvan Kamal Hakim mengatakan dirinya belum bisa berkomentar mengenai jalannya seleksi underwriter KS, sebelum ada keputusan resmi dari perseroan terhadap proses tersebut.  "Memang sudah ada yang berminat untuk menjadi underwriter IPO KS. Sejauh ini ada 15 surat penawaran yang masuk, tetapi itu hanya sebatas pemberitahuan dari perusahaan yang mengajukan untuk menangani IPO perseroan," tuturnya.

Menurut Irvan, saat ini seleksi underwriter ditangani tiga pihak, yaitu Kementerian BUMN, Departemen Keuangan, serta KS sendiri. Keputusan mengenai underwriter akan dilakukan oleh tiga pihak tersebut. "Kami tidak bisa memutuskan sendiri, karena ada tiga pihak yang terlibat dalam seleksi."

Saat ini, KS telah menunjuk CIMB GK Securities sebagai konsultan keuangan untuk persiapan IPO perseroan. Menurut rencana, IPO KS akan digelar pada Oktober, tetapi sampai saat ini persetujuan dari DPR tak kunjung turun. Sehingga IPO KS dan juga BUMN lain seperti PTPN dan PT Rekayasa Industri terancam mundur.

DPR belum memberi kepastian mengenai pelaksanaan IPO KS tahun ini, meskipun perseroan telah mulai menyeleksi underwriter untuk aksi korporasi itu.

Akhir Tahun

Ketua Komisi XI DPR yang juga membidangi privatisasi, Awal Kusumah mengatakan sejauh ini belum ada wacana yang muncul terkait dengan IPO KS. Meski demikian, dia berharap aksi korporasi itu bisa digelar akhir tahun ini. "Sejauh ini kami belum mengetahui, apakah Panja Privatisasi berkehendak membahas IPO KS. Tapi kami berharap IPO bisa tahun ini."

Meneg BUMN Sofyan Abdul Djalil mengatakan seleksi dan pemilihan underwriter akan menjadi wewenang sepenuhnya perseroan. Pemerintah hanya perlu mengetahui proses tersebut dijalankan.

Menurut dia, pemerintah tidak ingin campur tangan untuk proses seleksi itu, termasuk penentuan final underwriter yang ditunjuk. "Kami di pemerintah hanya memberikan persetujuan. Seleksi underwriter ada prosedurnya. Karena melakukan fit and proper test menjadi wewenang sepenuhnya perseroan."

Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu mengatakan saat ini perusahaan milik negara yang akan menggelar IPO telah menyelesaikan tahapan teknis untuk seleksi underwriter maupun konsultan lain.

(Sumber: Bisnis Indonesia)

 Dilihat : 4137 kali