22 Agustus 2008
Pertamina Minta KS Sukseskan Konversi ke Elpiji

JAKARTA - PT Pertamina (persero) meminta PT Krakatau Steel (KS) bersama-sama menyukseskan program konversi minyak tanah ke elpiji. Pasalnya, program konversi merupakan program nasional yang tidak bisa dilaksanakan sendiri saja oleh Pertamina.

Vice President Komunikasi Pertamina Wisnuntoro menegaskan hal itu saat menanggapi langkah KS yang tidak mau memasok baja sebelum pembayaran dilunasi.  "Ini kan program nasional yang besar, mendadak, dan baru tahap awal. Masih panjang perjalanan, dengan volume jauh lebih besar," tandasnya.

Karena itu, Pertamina memohon kepada KS dapat berperan serta dan memberi sedikit kelonggaran agar program konversi berjalan lancar. Salah satunya memberi toleransi waktu pembayaran dan tetap memasok baja ke produsen.

Wisnuntoro menjelaskan, utang Pertamina tahap pertama sebesar Rp300 miliar sudah diselesaikan kepada produsen, sedangkan release order (RO) sebagai tanda pemesanan masih dalam proses penyelesaian. "Mudah-mudahan selesai dalam minggu ini," ungkapnya.

Mengenai utang Pertamina, dia kembali menegaskan jangan sampai ada kekhawatiran macet sebab dana kas Pertamina besar, hanya masalah waktu dan prosedur saja yang haras diikuti.  "Kalau masalah piutang, kita punya banyak, di PLN, TNI, tetapi tidak membuat kita berhenti memasok. Piutang pemerintah untuk program ini sebesar Rp1,7 triliun pun baru dibayarkan," tandasnya.

Sementara itu, seusai bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wapres, kemarin, Direktur Tata Steel Limited Oo Soon Hee untuk Wilayah Asia Tenggara menyatakan ketertarikannya untuk meminang PT Krakatau Steel, guna meningkatkan produksi baja di Indonesia.

Namun, Soon Hee menegaskan pertemuannya dengan Wapres bukan untuk membahas Krakatau Steel. Dia menyatakan langkahnya menemui Wapres untuk mencari peluang bisnis di Indonesia.  "Pak Wapres memberikan nasihat yang berharga bagi kami tentang peluang bisnis di sini."

Soon Hee mengatakan perusahaannya memang tertarik menanamkan investasi di Indonesia.

(Sumber: Media Indonesia)

 Dilihat : 2681 kali