21 Agustus 2008
Krakatau Steel Telah Menjaring Belasan Calon Penjamin Emisi IPO

JAKARTA - Meski kondisi bursa saham sedang gonjang-ganjing, PT Krakatau Steel tetap berencana melakukan penawaran umum saham perdana ke publik atau initial public offering (IPO) pada tahun ini. Sekarang, produsen baja terbesar di Indonesia ini masih menyeleksi para calon penjamin pelaksana emisi alias underwriter IPO. Proses pendaftaran para calon penjamin emisi ini sudah berlangsung sejak bulan lalu.

Irvan Kamal Hakim, Direktur Pemasaran Krakatau, mengatakan, pihaknya sudah menjaring sekitar 12 hingga 15 calon penjamin emisi IPO. Para calon underwriter itu terdiri dari perusahaan sekuritas lokal dan asing. "Mereka telah menyampaikan proposal," katanya, di Jakarta, Rabu kemarin (20/8).

Irvan enggan mengungkapkan identitas para calon underwriter tersebut. Namun, ia memastikan bahwa perusahaan sekuritas milik negara seperti PT Banana Securities, PT Danareksa Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas turut mengikuti proses seleksi tersebut.

Selanjutnya, manajemen Krakatau masih akan menyeleksi para calon penjamin emisi tersebut. Setelah memilih para calon-calon unggulan (short listed), Krakatau akan menyodorkan nama-nama itu kepada Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Selanjutnya, Kementerian melalui Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil akan memutuskan penjamin pelaksana emisi IPO Krakatau. Manajemen Krakatau memperkirakan sudah bisa memiliki underwriter pada bulan depan. "Kami harus jalankan sesuai jadwal," tukas Irvan.

Krakatau tidak hanya mencari penjamin emisi IPO. Perusahaan pelat merah ini juga sedang menyeleksi beberapa lembaga profesi penunjang proses IPO. Irvan bilang, Krakatau tengah mencari sekitar tujuh sampai delapan jenis lembaga penunjang IPO, seperti konsultan hukum, biro administrasi efek, notaris, dan konsultan hubungan masyarakat. Krakatau menargetkan bisa mengumumkan pemenang proses tender tersebut pada awal September mendatang.

Seperti telah ditulis KONTAN sebelumnya, Krakatau bersama tiga PT Perkebunan Nusantara (PTPN) dan PT Bank Tabungan Negara (BTN) masuk dalam daftar program divestasi BUMN pemerintah tahun ini. Pemerintah memilih menjual saham-saham BUMN itu melalui pola pelepasan saham perdana ke publik atau IPO.

Krakatau menargetkan bisa meraup sekitar Rp 4 triliun dari IPO. Namun, hingga kini, jumlah saham yang dilepas belum pasti. Maklum, pemerintah belum mengantongi restu Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Tampaknya, Krakatau dan Pemerintah harus bergerak cepat. Sebab, IPO Krakatau bakal memiliki pesaing. Kemarin, Direktur Pemasaran PT Gunung Garuda Sujono mengungkapkan, ada tiga perusahaan baja lokal berencana masuk bursa tahun depan. Ketiga perusahaan itu merupakan anak usaha Gunung Steel Group, yaitu PT Gunung Raja Paksi, PT Gunung Garuda, dan PT Gunung Gahapi Bahara.

(Sumber: Harian Kontan)

 Dilihat : 4377 kali