15 Agustus 2008
Industri Tabung Gas Kesulitan Produksi

JAKARTA - Industri tabung baja nasional mulai kesulitan memenuhi kuota produksi tabung sebanyak 40 juta unit karena kesulitan modal kerja. Kesulitan modal kerja itu terjadi karena PT Pertamina selaku pemberi order masih menunggak sekitar Rp300 miliar kepada produsen tabung.

Akibat penundaan pembayaran tersebut, produsen tabung nasional kekurangan modal kerja untuk membeli bahan baku berupa hot-rolled-coils (baja canai panas/ HRC) jenis SG-295 dari PT Krakatau Steel (KS).  Kondisi ini dipastikan juga akan membawa efek berantai terhadap Krakatau Steel karena pasokan baja SG-295 sebanyak 50.000 ton yang disiapkan KS teronggok di gudang. Kalangan pabrikan tabung baja mengkhawatirkan permasalahan ini dapat menyebabkan kemacetan program konversi energi.

Dirjen Industri Logam Mesin Tekstil dan Aneka Departemen Perindustrian Ansari Bukhari mengatakan apabila dikonversikan dengan volume produksi tabung, nilai tunggakan BUMN perminyakan tersebut setara dengan 3 juta unit tabung ukuran 3 kg.

Karena itu, Asosiasi Industri Tabung Baja (Asitab) telah melayangkan surat kepada Menteri Perindustrian Fahmi Idris untuk menjadi mediator agar tunggakan Pertamina tersebut dapat segera dilunasi. "Kami sudah menerima surat dari Asitab itu," kata Ansari, kemarin.

Berdasarkan surat Asitab, asosiasi mengirimkan surat itu kepada Menperin pada 10 Agustus 2008. Dalam suratnya bernomor 010 Asitab/VIII/2008, pada semester 1/2008 pembayaran dari pihak Pertamina kepada produsen tabung baja masih belum terselesaikan.

Selain itu, pada semester D72008 pabrikan tabung gas elpiji 3 kg telah mengirimkan surat tagihan ke Pertamina. Namun, penagihan ti-ak dapat dilakukan karena release order (RO) belum dikeluarkan Pertamina.

Adapun untuk kompor gas, sejauh ini kalangan pemasok tidak dapat melakukan pengiriman ke gudang Pertamina karena adanya penolakan sesuai dengan surat Pertamina No. 657/F12510/2008-S5 tertanggal 5 Agustus 2008.

Kondisi tersebut menyebabkan pabrikan tabung baja dan kompor tidak dapat menyelesaikan pembayaran bahan baku utama. Batas waktu pelunasan untuk pengiriman bahan baku SG-295 ke pabrikan untuk Juli-Agustus adalah 10 Agustus 2008.

"Kami khawatir kondisi itu dapat mengganggu rencana produksi tabung berikutnya," ujar Ketua Asitab Tjiptadi dan Ketua Asosiasi Produsen Kompor Gas Indonesia (Apkogi) Triantony dalam surat tersebut.

Direktur Keuangan Pertamina Ferederick T. Siahaan membantah pihaknya menunggak pembayaran ke sejumlah produsen tabung. "Justru perseroan baru saja melakukan pembayaran. "Pertamina, ujarnya, sudah membayar senilai Rp150 miliar dari total tagihan sebelum adanya surat pengaduan Asitab ke Menperin. "Sisanya, akan dilunasi paling lambat besok [hari ini]," katanya.

Sebenarnya, lanjutnya, tunggakan pembayaran itu terjadi karena pemerintah belum mencairkan dana penggantian pengadaan tabung dan kompor yang secara keseluruhan mencapai Rp1,7 triliun, belum termasuk pajak.

(Sumber: Bisnis Indonesia)

 Dilihat : 2749 kali