15 Agustus 2008
Gerbong Bekas PT KAI Dilego Ke PT KS - Tinggal Tunggu Izin Menneg BUMN

PT Kereta Api (KAI) berniat melego gerbong-gerbong tua yang sudah rusak kepada PT Krakatau Steel (KS) untuk menambah kas perusahaan. Saat ini PT KAI sedang menghitung secara komprehensif total jumlah gerbong yang bisa dijual.

"Kita akan langsung melakukan MoU saja untuk penjualan ke Krakatau Steel," ujar Direktur Utama PT KAI Ronny Wahyudi usai soft launching pemisahan anak perusahaan PT Kereta Api Jabodetabek, di Jakarta.

Untuk tahap awal pihaknya akan menghitung terlebih dahulu jumlah gerbong rusak yang bisa dijual ke PT KS. Gerbong rusak itu akan dijual sebagai baja yang dinilai berdasarkan beratnya.

Lanjut Ronny, pihaknya sedang melakukan penghitungan secara komprehensif untuk menilai jumlah aset tersebut. Jika data jumlah aset gerbong yong rusak tersebut sudah ada, pihaknya akan meminta izin Menneg BUMN, Sofyan Djalil untuk menjual aset tersebut. "Totalnya sedang dihitung, lalu kita ajukan ke Menneg BUMN. Mungkin tahun ini bisa diajukan berapa ribu ton," ujarnya. Menurutnya, penjualan baja dari gerbong rusak yang sudah tidak terpakai tersebut tidak akan melalui proses tender. Itu karena PT KAI akan melakukan penjualan melalui mekanisme nota kesepahaman (MoU).

Namun begitu, dia menegaskan tidak akan menjual rel-rel atau lokomotif yang memiliki nilai sejarah tertentu. "Hasil penjualannnya akan masuk ke kas perusahaan. Rel nggak boleh dijual, gerbong-gerbong yang sudah rusak aja," tegasnya.

Di tempat terpisah, Direktur Logistik PT KS Yerry membenarkan hal ini. Saat ini, PT KAItengah menunggu izin resmi dari Menneg BUMN. "Pada prinsipnya, penjualan itu tidak ada masalah. Tinggal bagaimana PT KAI mendapat izin dari Menneg BUMN," kata Yerry.

Ia juga belum bisa memastikan berapa cost yang akan dikeluarkan PT KS dalam pembelian gerbong bekas ini. "Yang pasti barang itu harus kuantitatif. Sehingga bisa membantu bahan baku kapasitas produksi KS," jelasnya.

(Sumber: Rakyat Merdeka)

 Dilihat : 2953 kali