14 Agustus 2008
Pembangunan Pabrik Baja di Kalimantan Dipercepat

JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta agar pembangunan industri baja di Batu Licin, Kalimantan Selatan, dipercepat. Rapat tertutup di kantor Wakil Presiden kemarin memutuskan peletakan batu pertama dilakukan pada 10 November mendatang.

Direktur Utama PT Krakatau Steel Fazwar Bujang seusai rapat mengatakan Krakatau Steel dan PT Aneka Tambang (Antam) sepakat melakukan usaha patungan dengan membentuk PT Meratus Jaya Iron and Steel. Akta pendirian perusahaan itu pun sudah siap.

Menurut dia, fasilitas produksi baja menghasilkan gas buang yang dapat menggerakkan pembangkit listrik dengan daya 30 megawatt. Listrik yang dihasilkan dapat dimanfaatkan pabrik dan masyarakat sekitar. Dia mengatakan PLN berminat membangun pembangkit listrik dan mengurus distribusi listrik.

Direktur Utama Antam Alwin Syah Loebis mengatakan kepemilikan saham Antam di Meratus sebesar 34 persen dan Krakatau Steel memiliki 66 persen. Komposisi kepemilikan saham berpeluang berubah dengan penyertaan aset pemerintah daerah berupa lahan. "Akan terdilusi dengan adanya penyertaan aset pemerintah," katanya.

Kapasitas produksi awal sekitar 315 ribu ton per tahun berupa besi spons. Jumlah itu hanya menyubstitusi 15 persen bahan baku yang dibutuhkan dalam negeri. Produk itu, katanya, bukan produk akhir. Besi spons merupakan bahan yang bisa dilebur menjadi besi beton dan baja pelat. "Kalau infrastruktur sudah tersedia dan pembangkit listrik cukup, kami bisa bikin peleburan baja sendiri. Tidak perlu dikirim ke Cilegon," ujarnya.

Fawzar mengatakan investasi awal industri baja itu sekitar US$ 60 juta. Pendanaan awal ditanggung Bank Rakyat Indonesia dengan debt-equity ratio 30 banding 70. Pabrik baja akan beroperasi pada Mei 2010.

(Sumber: Koran Tempo)

 Dilihat : 3586 kali