13 Agustus 2008
Menneg BUMN Minta IPO Krakatau Steel Dipercepat

JAKARTA - Pemerintah meminta Penawaran Saham Perdana ke publik (Initial Public Offering/IPO) PT Krakatau Steel (KS) dipercepat agar tidak kehilangan momentum.

"Saya minta cepat-cepat sebelum harga komoditas strategis anjlok, meski harga baja masih bagus," kata Menneg BUMN Sofyan Djalil kepada pers usai penandatanganan perjanjian kerja sama antara Direksi BUMN Koordinator (PT BEI, PT Jamsostek dan PT Pelindo II) dengan Penyelenggara Pendidikan/Pelatihan, di Jakarta, Selasa. Total bantuan dalam BUMN Peduli tersebut mencapai Rp 20,65 miliar.

Penegasan tersebut terkait dengan tren menurunnya harga-harga komoditas strategis di pasar dunia yang berimbas pada pasar saham di beberapa bursa regional, termasuk Indonesia. "Saya berharap, ini sementara saja," katanya.

Namun, saat didesak apa langkah kongkret pemerintah menghadapi situasi ini, Sofyan tidak merinci secara pasti. "Pokoknya kita siapkan sebagus-bagusnya. Karena, seluruh komoditas trennya memang turun sehingga para pemegang saham komoditas banyak yang gigit jari," kata Sofyan.

Sementara itu Direktur Pemasaran KS Irvan K Hakim pekan lalu mengatakan, manajemen PT KS akan menetapkan penjamin pelaksana emisi (underwriter) penjualan saham perdana (IPO) awal September 2008 setelan melalui berbagai proses seleksi. "Prakualifikasi seleksi dilakukan akhir Agustus, sehingga September penjamin emisi dapat ditetapkan," kata Irvan.

Ia mengatakan, saat ini KS sudah mengumumkan tender untuk mencari lembaga profesi penunjang terkait rencana IPO KS sekitar akhir November 2008. Lembaga profesi penunjang yang dimaksud meliputi penjaminemisi, penasehat keuangan, dan penasehat hukum.

IPO KS merupakan bagian dari program privatisasi BUMN 2008 memungkinkan menjual saham ke masyarakat hingga 40 persen, namun dilakukan bertahap.

"Kemungkinan akan dilepas sekitar 20 persen. Tetapi nilainya belum bisa ditetapkan karena harus ditentukan melalui proses booA building, katanya.

Ia menjelaskan, sesuai surat keputusan seleksi pemilihan penjamin emisi tersebut peserta terbuka untuk perusahaan swasta, ataupun badan usaha milik negara.

(Sumber: Republika)

 Dilihat : 3451 kali