08 Agustus 2008
Pasar Plat Timah Kinclong, Latinusa Tambah Produksi

JAKARTA - Pasar plat timah kian menggiurkan. Tengok saja, konsumsi plat timah makin meningkat. Harga pun makin melonjak. Inilah yang menyebabkan PT Pelat Timah Nusantara (Latinusa), anak perusahaan PT Krakatau Steel, berniat menambah kapasitas produksi plat timah.

Sekretaris Perusahaan PT Latinusa Haryanto memperkirakan, konsumsi pelat timah nasional tahun ini mencapai 160.000 ton hingga 170.000 ton. Namun, hingga kini Latinusa belum mampu memenuhi kebutuhan tersebut "Total kapasitas perusahaan baru mencapai 112.000 ton," katanya, kemarin.

Padahal, kata Haryanto, tahun ini Latinusa masih mungkin memaksimalkan kapasitas produksi hingga 130.000 ton per tahun. Sehingga, tahun depan Latinusa berencana menambah kapasitas produksi menjadi 160.000 ton per tahun.

Alasan lain meningkatkan kapasitas produksi, menurut Haryanto, adalah karena harga pelat merah yang makin memikat. Pada awal 2008, harga plat timah di pasar internasional baru mencapai USS 1.000 - USS 1.100 per ton. Namun, saat ini telah melesat 50%-60% menjadi berkisar antara USS 1.500 sampai USS 1.600 per ton.

Nah, untuk merealisasikan rencana perluasan usaha tersebut, Latinusa akan menyiapkandana lebih dari Rp 10 miliar. Dana tersebut berasal dari kantong Latinusa sendiri. Rencananya, dana tersebut untuk membeli mesin bam. Menurut Haryanto, Latinusa akan menjajaki pembelian mesin dari luar negeri, antara lain mesin buatan Jepang, Jerman, dan Italia.

Haryanto menambahkan, selain menambah kapasitas pro-duksi, Latinusa juga berniat membangun pabrik baru plat timah. Caranya dengan membangun pabrik baru electrolytic Hinting line (ETL). Kelak kapasitas produksinya akan mencapai 290.000 ton per tahun.

Cuma, rencana itu masih lama. Kemungkinan, Latinusa akan membangun pabrik baru itu pada 2013 alias mundur lima tahun. Sedianya, rencana tersebut dilakukan pada 2008.

Cari Dana di Pasar Modal

Ansari Bukhari, Komisaris PT Krakatau Steel membenarkan bahwa pembangunan pabrik ETL mundur dari jadwal. Penundaan ini terjadi akibat ketidakmampuan keuangan perusa-haan. "Perlu USS 100 juta untuk membangun pabrik," tuturnya

Nah, Latinusa ini akan mencari dananya lewat menjual saham di pasar modal. Targetnya, Latinusa akan menawarkan saham perdana alias initial public offering (IPO) pada tahun depan , setelah IPO sang induk Krakatau Steel go public lebih dulu.

Latinusa menargetkan mampu meraup Rp 239,58 miliar dari IPO. Semua dana itu untuk membiayai pembangunan pabrik baru tersebut.

Latinusa adalah anak perusahaan Krakatau Steel yang pabriknya di Kawasan Industri Krakatau Cilegon, Banten. Latinusa adalah perusahaan tunggal yang memasok kebutuhan pelat timah di pasar nasional.

(Sumber: Harian Kontan)

 Dilihat : 3184 kali