04 Agustus 2008
Krakatau Menargetkan Menggelar IPO pada Akhir November 2008

JAKARTA - Meski Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) belum merestui rencana penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) PT Krakatau Steel (KS) dan PT Perkebunan Nusantara (PTPN), pemerintah tetap optimistis. Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Sofyan Djalil berharap, Krakatau Steel bisa menjadi BUMN pertama yang akan melantai di bursa tahun ini. "Mudah-mudahan, Krakatau Steel yang pertama. Kami masih menunggu keputusan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) karena mereka dalam masa reses," kata Sofyan, Jumat (1/8). Sebagai catatan, reses DPR akan berakhir pada 15 Agustus 2008.

Direktur Utama Krakatau Fazwar Bujang menyampaikan kabar yang lebih pasti. Menurutnya, IPO Krakatau pasti akan berlangsung pada akhir November 2008. Fazwar bilang, proses seleksi penjamin emisi (underwriter) IPO bakal selesai minggu ini. "Akan kami umumkan secepatnya. Pemilihan underwriter tetap melalui beautycontest," imbuhnya

Sofyan berharap, underwriter IPO Krakatau berasal dari perusahaan sekuntas milik negara, seperti PT Danareksa Sekuritas atau PT Bahana Securities. "Kalau mereka bisa menang, kenapa tidak? Selama prosedurnya benar. Kalau kalali bersaing, ya, apa boleh buat," ujarnya.

Fazwar optimistis, Krakatau bisa meraup dana Rp 4 triliun hingga Rp 5 triliun dari hajatan IPO itu. Angka ini lebih tinggi dari target sebelumnya, yakni Rp 2 triliun - Rp 3 triliun. "Jumlah saham yang dilepas akan kami serahkan pada underwriter. Yang penting, target nilainya tercapai," katanya.

Sementara, manajemen PTPNjuga menyatakan siap menggelar IPO. Seperti telah ditulis KONTAN (31/7), Direktur Utama PTPN VII Andi Punoko mengaku telah menunjuk lembaga penunjang, seperti penjamin emisi, penasihat keuangan, dan konsultan hukum. Melalui IPO itu, PTPN VII berharap bisa meraup Rp 1,2 triliun - Rp 1,5 triliun. "Sebanyak 30% saham akan dilepas," katanya

Sementara, Sofyan memastikan, ada dua PTPN yang akan IPO tahun ini. "Sumatera Selatan dan Sumatera Utara dulu," katanya. Artinya, yang akan memperoleh prioritas adalah PTPN VII dan PTPN IV. Sedangkan PTPN III harus bersabar.

Selama ini, PTPN VII memproduksi minyak sawit mentah (CPO), karet, teh, dan gula. Sedangkan produk PTPN IV adalah CPO dan minyak inti sawit (jmlm kernel). Selain Krakatau dan ketiga PTPN itu, BUMN lain yang juga ingin melakukan IPO tahun ini adalah PT Bank Tabungan Negara (BTN).

(Sumber: Harian Kontan)

 Dilihat : 3997 kali