01 Agustus 2008
BNI Biayai Krakatau Steel

JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia Tbk memberikan kredit kepada PT Krakatau Steel sebesar Rp1,46 triliun yang terdiri dari US$75 juta dan Rp750 miliar. Fasilitas kredit itu akan digunakan sebagai modal kerja dengan jangka waktu satu tahun.

Perjanjian kredit ditandatangani oleh Direktur Korporasi BNI Khrisna Suparto dengan Direktur Utama PT Krakatau Steel Fazwar Bujang. Khrisna memaparkan fasilitas berjenis non cash loan tersebut, terdiri dari letter of credit (L/C) impor, standby L/C, surat berdokumen dalam negeri (SKBDN) dan bank garansi.

"Pemberian fasilitas kredit ini menunjukkan industri baja mempuyani potensi bisnis yang sangat besar seiring dengan trend pertumbuhan permintaan baja di dunia," ujarnya di Jakarta, kemarin.

Dia mengutarakan pihaknya siap mendukung pendanaan industri strategis serupa di Tanah Air, termasuk anak perusahaan Krakatau Steel guna menunjang kinerja induknya. "Kami siap membantu perusahaan startegis di dalam negeri."

Dirut Krakatau Steel Fazwar Bujang mengatakan fasilitas kredit tersebut akan digunakan untuk pembelian bahan baku, bahan pembantu dan suku cadang alat-alat perusahaan, sehingga mampu memenuhi permintaan baja di pasar domestik yang terus meningkat.

"Pemberian fasilitas kredit ini akan meningkatkan kinerja perseroan dan anak perusahaan di pasar lokal. Karena kebutuhan baja domestik dan impor semakin besar," ujarnya.

Dia menyampaikan produksi baja pada semester pertama tahun ini naik 5%-10%. Oleh sebab itu, pihaknya untuk sementara waktu ini akan fokus ke pasar lokal. "Di tengah kondisi global yang pesimistis, permintaan untuk baja sangat luar biasa di dalam negeri," tutur Fazwar.

Krakatau Steel merupakan pemimpin pasar baja dengan komposisi penjualan 85% domestik dan sisanya ekspor. Produksi baja perusahaan pelat merah ini pada paruh tahun ini diperkirakan menembus 940.000 ton atau naik 22,3% dibandingkan dengan periode sebelumnya sebesar 729.673 ton.

Kenaikan produksi itu diikuti oleh komoditas lainnya berupa kelompok baja batangan seperti pipa, besi profil, beton, hingga kawat baja sekitar 10% dari 225.000 ton menjadi 250.000 ton pada Juni.

(Sumber: Bisnis Indonesia)

 Dilihat : 3984 kali