28 Juli 2008
Harga Produk Baja Sedang Bagus

Jika melihat situasi pasar, pemerintah menilai saat ini kondisi yang paling bagus untuk melepas saham PT Krakatau Steel (KS). Hal ini berkait harga pasar baja yang sedang bagus.

Kondisi berbeda terjadi dengan proses pelepasan saham Bank BTN yang akan melakukan IPO tahun ini. IPO Bank BTN ini diragukan pemerintah. "Kalau untuk BTN, IPO sulit dilakukan. Apalagi kondisi pasar seperti ini, BTN bisa dinilai kecil sekali. Tapi kalau pasar sedang bagus, IPO bisa dilakukan," kata Menneg BUMN Sofyan Djalil di Kantor Kementerian Negara BUMN, Jakarta, pekan lalu.

Untuk BTN sendiri, Sofyan mengatakan, rencananya pemerintah melepas saham BTN maksimal 40 persen ke pasar. "Tapi tidak mungkin dilakukan saat kondisi pasar seperti ini, sangat sulit," imbuhnya.

Di tempat terpisah, Direktur Pemasaran PT KS, Irvan Kamal Hakim mengakui jika harga baja dipasar sedang bagus. Dan sampai saat ini, penjualan produk baja PT KS terus meningkat.

Ia memaparkan, dalam penjualan baja, PT KS lebih mengutamakan produk baja tipe Hot Rolled Coil/Plate, Cold Rolled Coil/Sheet dan baja kemasan (tin plate).  "Mayoritas produk baja dijual memenuhi kebutuhan baja domestik sebanyak 80 persen dan ekspor sebanyak 20 persenguna membina konsumen luar negeri serta menjaga kemampuan produk dalam bersaing secara internasional," terangnya.

Dia juga mengatakan, pada 2011 mendatang, PT KS akan menargetkan kapasitas produksi baja sebesar 4 juta ton per tahun yang diambil dari area iron making, steel making dan rolling mill.

Seperti diketahui, Kementerian Negara BUMN pada 2008 telah mengusulkan setidaknya 34 BUMN masuk program privatisasi. 10 BUMN diantaranya merupakan pengalihan program privatisasi yang tertunda pada 2007. Dari 34 BUMN, 11 di antaranya akan diprivatisasi melalui penawaran saham perdana di bursa efek atau IPO. Beberapa perusahaan plat merah yang dinilai benar-benar siap go public tahun ini antara lain PT Krakatau Steel, PT Perusahaan Perkebunan Nusantara (PTPN) III, PTPN IV dan PTPN VII, dan PT Bank Tabungan Negara (BTN).

(Sumber: Rakyat Merdeka)

 Dilihat : 3142 kali