28 Juli 2008
IPO Bumn Tetap Disesuaikan Kondisi Pasar dan Izin DPR

Menneg BUMN Sofyan Djalil memastikan rencana penjualan saham kepada publik (IPO) sejumlah BUMN tetap dilakukan pada tahun 2008, namun disesuaikan dengan kondisi pasar.

"Harus dilihat timing (waktu), kalau semua dapat izin DPR ya... go ahead" kata Sofyan Djalil, di Kantor Kementerian BUMN, di Jakarta, Jumat.

Kementerian BUMN pada tahun 2008 mengusulkan setidaknya 34 BUMN masuk program privatisasi, 10 di antaranya merupakan pengalihan dari program privatisasi yang tertunda dari 2007.

Dari 34 BUMN sebanyak 11 perusahaan di antaranya mekanisme privatisasinya dilakukan melalui IPO.

Namun perusahaan plat merah" yang benar-benar siap go public tahun 2008 antara lain PT Krakatau Steel, PT Perusahaan Perkebunan Nusantara (PTPN) III, PTPN IV dan PTPN VII, dan PT Bank Tabungan Negara (BTN).

Menurut Sofyan Djalil, berdasarkan roadshow non deal yang dilakukan ke Singapura dan Hongkong pada Juli 2008 menunjukkan minat investor untuk membeli saham perusahaan tersebut cukup tinggi. "Semua perusahaan yang sudah disiapkan untuk IPO akan didesak agar dapat masuk bursa pada tahun ini juga," katanya.

Dirut BEI Erry Firmansyah, saham BUMN biasanya selalu menarik minat investor di pasar modal karena memiliki prospek yang bagus dan memiliki kapitalisasi pasar yang cukup besar serta berpotensi menjadi saham blue chip di pasar modal.

(Sumber: Harian Ekonomi Neraca)

 Dilihat : 2678 kali